Massa Ancam Bakar Rumah Menkopolhukam Jika Habib Rizieq Dipenjara, Ibu Mahfud MD Trauma

Meski tak membuat kerusakan, massa mengancam akan membakar rumah jika Habib Rizieq dipenjarakan.

(Kolase TribunMadura.com (Sumber: Kuswanto Ferdian dan Tribunnews)
Ibunda Mahfud MD, Siti Khadidjah, Rabu (23/10/2019). 

"Setelah Mahfud MD telepon, kami para keponakan dan saudara Mahfud MD musyawarah mau ditempatkan di mana yang aman," ujar Syaiful Hidayat.

Beberapa alternatif tempat tinggal sementara ibu Mahfud MD di antaranya di rumah Yayak di Pamekasan, di rumah asal Mahfud MD di wilayah Kecamatan Pegantenan, atau di Surabaya.

Namun, sampai sekarang masih belum diputuskan.

"Yang penting saat ini ibunda Mahfud MD diselamatkan dulu karena trauma," imbuh pria yang bekerja sebagai dokter spesialis penyakit dalam ini.

Fakta-faktanya

Sebelum menggeruduk kediaman orangtua Mahfud MD, mereka sebelumnya berdemo di Polres Pamekasan.

Berikut selengkapnya, fakta-fakta penggerudukan rumah ibu Mahfud MD.

1. Menuntut Keadilan

Bukannya tanpa tujuan, menurut Korlap Aksi, Muhammad Saifuddin, kedatangan massa gabungan Umat Islam Pamekasan Madura ini adalah menuntut keadilan.

Pihaknya sekaligus memberikan pernyataan sikap dengan menolak pemanggilan Habibb Rizieq.

Menurutnya, bila dari pihak organisasi umat Islam yang lainnya berkumpul dan melakukan kerumunan tidak ada yang mempermasalahkan, serta mengusik.

Suasana saat sejumlah massa yang berpakaian putih dan berpeci menggeruduk rumah Ibunda Menkopolhukam Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (1/12/2020). (TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN)
Suasana saat sejumlah massa yang berpakaian putih dan berpeci menggeruduk rumah Ibunda Menkopolhukam Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (1/12/2020). (TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN) ()

Padahal, kata dia, sudah jelas dan nyata berkumpul dan berkerumun.

Sedangkan, saat puluhan ribu massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta, malah banyak pihak yang mempermasalahkan.

"Ya kami dari umat Islam Madura sangat tidak setuju, karena ini sangat jelas ada ketimpangan ketidakadilan," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved