Berita Terpopuler

POPULER 9 Tahun Tergeletak Tak Berdaya, Pilunya Nasib Dominggus Lumpuh setelah Jatuh dari Sepeda

Di saat remaja seusianya menikmati hari-hari dengan belajar, Dominggu cuma bisa terbaring lemah di sebuah gubuk sederhana.

(KOMPAS.com/IGNASIUS SARA)
Regina Deta Karere dan anak sulungnya, Dominggus Japa Loka. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kisah pilu hidup Dominggus (17), lumpuh setelah jatuh dari sepeda, kini cuma tulang berbalut kulit.

Di saat remaja seusianya menikmati hari-hari dengan belajar, Dominggu cuma bisa terbaring lemah di sebuah gubuk sederhana.

Sudah puluhan tahun dirinya lumpuh tanpa tahu penyebabnya.

Baca juga: Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun Lumpuh, Terkulai Lemah di Kereta Bayi Tak Sanggup Beli Kursi Roda

Baca juga: Tukang Sepatu 19 Tahun Rawat Istri yang Lumpuh Hingga Meninggal Dunia, Koestomo: Saya Mengikhlaskan

Sang ibu, Regina Deta Karere (38) tampak menunggui putranya, penuh kesabaran.

Sesekali, Dominggus yang berbaring dibantu ibunya untuk duduk sejenak.

Remaja asal Kampung Rada Loko, Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sudah mengalami lumpuh sejak bertahun-tahun yang lalu.

Pernah jatuh dari sepeda

Regina menduga, kelumpuhan Dominggus bermula ketika putranya jatuh dari sepeda sewaktu Dominggus duduk di bangku kelas 2 SD.

Sebetulnya tidak ada cedera yang dialami Dominggus saat itu.

Hanya saja, Regina mengatakan, setelah jatuh Dominggus merasakan kedua telapak kakinya gatal-gatal.

Tiga bulan mengalami gatal, tiba-tiba putranya lumpuh.

Kondisinya terus memburuk hingga kini badannya sangat kurus, hanya terbalut kulit dan tulang.

Tak tahu penyakitnya

Hingga kini, Regina tidak mengetahui penyakit apa yang menimpa anak pertamanya itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved