Breaking News:

Virus Corona

Alasan di Balik Mengapa Vaksin Covid-19 di Indonesia Tidak Bisa Gratis untuk Semua Masyarakat

Muncul polemik mengenai keputusan pemerintah untuk tidak menggratiskan vaksin Covid-19 seluruhnya.

Editor: Salma Fenty Irlanda
YouTube WGBH News
ilustrasi penemuan vaksin corona 

TRIBUNMATARAM.COM - Bisakah vaksin Covid-19 digratiskan untuk seluruh masyarakat Indonesia?

Saat ini, ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia masih menjadi perdebatan.

Muncul polemik mengenai keputusan pemerintah untuk tidak menggratiskan vaksin Covid-19 seluruhnya.

Baca juga: POPULER Vaksin Covid-19 Mulai Ditimbun oleh Negara Kaya, Begini Nasib Negara Miskin

Baca juga: Sempat Siap Disuntik Vaksin Covid19 Paling Dulu, Kini Jokowi Minta Bareng Rakyat, Ini Alasannya

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan alasan mengapa pemerintah tidak mengratiskan sepenuhnya vaksin Covid-19.

Alasan pertama, kata Nadia, anggaran yang harus disiapkan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 tidak sedikit.

"Kalau melihat saja, pertumbuhan ekonomi kita ini sekarang bagaimana. Kira-kira penghasilan negara cukup tidak sih. Sementara anggaran kita untuk vaksin di 2021 saja sudah dianggarkan Rp 17 triliun. Belum kita bicara BPJS melayani orang sakit, anggarannya berapa,"  kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Selain anggaran vaksinasi, ada biaya yang diperlukan seperti menyiapkan rumah sakit, alat pelindung diri, dana bantuan sosial. Hal itu, kata dia, guna membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi.

Oleh karena itu, ia berujar bahwa gotong royong dari semua pihak diperlukan. Dengan alasan itu, pemerintah membuat dua skema program vaksin yaitu vaksin subsidi dan berbayar.

"Tentu vaksin mandiri atau berbayar ini kita mendorongnya ke perusahaan-perusahaan. Tujuannya agar perusahaan bisa memvaksinasi karyawannya, sehingga perusahaan itu dapat kembali jalan, dan roda ekonomi berputar lagi," jelasnya.

Kedua, ia menilai bahwa seandainya vaksin digratiskan kepada seluruh masyarakat, akan menimbulkan masalah baru dan berdampak pada terbatasnya jumlah vaksin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved