Breaking News:

Dominggus Remaja yang Lumpuh Jatuh dari Sepeda Meninggal saat Ditolong, Ibu: Hidup Tak Ada Harapan

Remaja yang menderita kelumpuhan selama delapan tahun terakhir meninggal pada Kamis (10/12/2020) saat akhirnya ada yang menolongnya untuk berobat.

(KOMPAS.com/IGNASIUS SARA)
Regina Deta Karere dan anak sulungnya, Dominggus Japa Loka. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kabar duka datang dari remaja yang lumpuh karena jatuh dari sepeda 8 tahun silam, Dominggu Japa Loka (17).

Dominggus Japa Loka (17), remaja yang menderita kelumpuhan selama delapan tahun terakhir meninggal pada Kamis (10/12/2020) saat akhirnya ada yang menolongnya untuk berobat.

Kematian Dominggus tak pelak membuat sang ibu, Regina sangat terpukul.

Baca juga: POPULER 9 Tahun Tergeletak Tak Berdaya, Pilunya Nasib Dominggus Lumpuh setelah Jatuh dari Sepeda

Baca juga: Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun Lumpuh, Terkulai Lemah di Kereta Bayi Tak Sanggup Beli Kursi Roda

Dominggus merupakan putra sulung Regina Deta Karere, warga Kampung Rada Loko, Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Regina mengaku terpukul dengan kepergian putra sulungnya.

Ia mengaku belum puas memberikan kasih sayang kepada sang buah hati.

"Karena anak saya sudah meninggal begitu. (Saya) selalu ingat sama dia. Saya kepikiran setiap hari. Hidup ini tidak ada harapan lagi," kata Regina saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Namun, Regina harus menerima kenyataan. Ia harus berjuang merawat anak keduanya, Ferdianus Bali Mema (15), yang juga menderita kelumpuhan.

Ferdianus menderita lumpuh sejak tiga bulan lalu akibat gizi buruk dan infeksi pada bagian lutut.

Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved