10 Tahun Jual Ikan Patin Tapi 'Ambruk', Ibu Ini Banting Setir Jual Ikan Hias Kini Masuk Pasar Ekspor

Butuh 10 tahun bagi Yuni untuk berbisnis ikan patin, tapi nyatanya 'ambruk' juga.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi ikan hias 

TRIBUNMATARAM.COM - Masa-masa pandemi menuntut seseorang untuk bisa kreatif agar dapat bertahan hidup.

Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga asal Kampung Ciampea Bogor, Jawa Barat bernama Yuni.

Butuh 10 tahun bagi Yuni untuk berbisnis ikan patin, tapi nyatanya 'ambruk' juga.

Lima tahun lalu, Yuni memulai usaha ikan hias.

Baca juga: Awalnya Hanya Iseng Koleksi Ikan Cupang, Pria Ini Raih Omzet Rp 40 Juta di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Mengapa Ikan Cupang Berubah Warna? Waspada Bisa Jadi Tanda-tanda Stres & Penyakit

Kini, ia berhasil masuk ke pasar ekspor China.

Ci Yuni, sapaan akrab wanita berusia 53 tahun ini, mengaku mulai menekuni usaha ikan hias setelah bisnis ikan patin yang ia jalani selama 10 tahun mulai memasuki masa sulit.

Saat itu, ia merasa harga jual ikan patin terlalu murah, sehingga keuntungan yang ia peroleh sulit menutupi modal yang dikeluarkan.

“Dulunya sebelum usaha ikan hias, 10 tahun usaha ikan patin. Tapi, harganya terus tertekan, dan keuntungannya terus menipis, sementara beberapa biaya untuk pembesaran ikan patin tidak murah, karena pakan obat yang harus diimpor,” kata Yuni kepada Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Yuni mengatakan, usaha ikan hias yang ia geluti saat ini lebih menguntungkan daripada ikan patin sebelumnya.

Bahkan, jika dibandingkan dengan usaha ikan hias, keuntungan bisnis ikan patin adalah adalah 1 banding 3.

“Ikan patin kalau panen 100.000 sampai dengan 150.000, untungnya sangat kecil. Kalau ikan hias panen 50.000 sampai 60.000 ekor, paling besar bisa dapat Rp 7 juta, dikurangi dengan biaya-biaya, bersihnya dapat Rp 4 juta,” kata Yuni.

Bisnis ikan hias yang dijalani Yuni adalah dengan menjual benih (anakan) dengan harga Rp 100 per ekor untuk jenis Synodontis.

Benih ini yang nantinya dibesarkan dalam tempat penampungan khusus dan kemudian dijual untuk ekspor hingga ke China.

Bahkan, di masa pandemi seperti saat ini, bisnis ikan hias masih stabil dan tidak ada gejolak apapun yang terjadi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved