Breaking News:

KABAR GEMBIRA ASN Bakal Naik Tunjangan di 2021, Gaji Pangkat Terendah Minimal Rp 9 Juta

Masih di tengah situasi pandemi, pemerintah melalui Kemenpan RB membawa kabar gembira bagi pegawai pemerintah alias abdi negara.

Tribunnews.com
Aparatur Sipil Negara (ASN) 

TRIBUNMATARAM.COM - Masih di tengah situasi pandemi, pemerintah melalui Kemenpan RB membawa kabar gembira bagi pegawai pemerintah alias abdi negara.

Di tahun 2021, gaji PNS atau ASN paling rendah ada di angka Rp 9 juta.

Kenaikan ini berdasarkan pada kenaikan tunjangan, bukan gaji pokok.

Mulai tahun depan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menerima gaji minimal Rp 9 juta per bulan.

Baca juga: ASN Nekat Liburan Akhir Tahun Siap-siap Hukuman Menanti, Dilarang Keluar Daerah Kecuali Ikuti Syarat

Baca juga: Segera Dibuka, Selain 1 Juta Guru, Ini Formasi CPNS 2021 yang Akan Dibutuhkan

Jumlah itu merupakan gaji bagi ASN dengan pangkat terendah.

Sementara ASN dengan pangkat yang lebih tinggi akan mendapat gaji yang lebih besar lagi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, pada tahun 2021 nanti tunjangan ASN akan naik.

”Insya Allah harusnya tahun ini karena ada pandemi Covid-19, tunjungan ASN juga kita tingkatkan maksimal. Jadi pegawai paling rendah ASN itu bisa minimal Rp 9 hingga Rp 10 juta,” kata Tjahjo di acara Grand Launching Wakaf Uang ASN Kemenag, Senin (28/12/2020).

Tjahjo juga menegaskan, kenaikan tunjangan ASN itu tidak diikuti dengan kenaikan gaji pokok. Hal itu karena ada skema yang diberikan pemerintah berupa kenaikan dana pensiunan. Kenaikan dana pensiunan itu sudah dihitung oleh pihak Kemenpan RB dengan PT Taspen (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri.

"Ini saya kira tugas kami di PanRB dan Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) bahwa memang gaji pokok tidak mungkin naik karena menyangkut pensiun. Tapi kami dengan mitra kami, Taspen, kami sudah menghitung dengan baik. Ada subsidi pensiun yang akan ditingkatkan,” kata dia.

Peningkatan tunjangan itu akan dinikmati 4,2 juta ASN, 1 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari kalangan guru, 260 tenaga kesehatan, dan sekitar 100 ribu tenaga penyuluh.

Halaman
123
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved