Breaking News:

Virus Corona

Sekda Mataram NTB Positif Covid-19, Keseringan Terima Tamu & Datangi Pernikahan

Hanya saja dalam sepekan terakhir, sekda memiliki aktivitas sangat padat baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun pemerintahan.

Kompas.com (FITRI R)
Seorang Petugas Medis di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB, usai memantau kondisi pasien Balita 1,5 Tahun asal China yang dirawat karena mengalami demam tinggi, Senin (27/1/2020). Pasien beljm dinyatakan suspect Corona. 

TRIBUNMATARAM.COM - Sering terima tamu dan datangi nikahan membuat Sekretaris Daerah Kota Mataram, NTB Effendi Eko Saswito terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabar terinfeksinya Effendi ini telah dikonfirmasi Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa.

Pihaknya mengatakan, saat ini kondisi kesehatan Effendi dalam keadaan baik dan tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

"Pak Sekda terkonfirmasi positif dari hasil swab tanggal 30 Desember malam di RSUD Kota Mataram. Selama lima hari perawatan beliau melakukan isolasi mandiri, karena tidak ada gejala yang signifikan beliau tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan kondisi dalam keadaan baik," kata Nyoman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (4/1/2021).

Ilustrasi bersin sering dikaitkan gejala covid-19 atau virus corona
Ilustrasi bersin sering dikaitkan gejala covid-19 atau virus corona (brightside.me)

Nyoman menjelaskan, Effendi tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

Hanya saja dalam sepekan terakhir, sekda memiliki aktivitas sangat padat baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun pemerintahan.

"Beliau banyak menerima tamu, menghadiri rapat, menghadiri undangan perkawinan. Nah, kita masih melakukan tracing kira-kira di mana beliau tertular," Kata Nyoman.

Baca juga: Apakah Kamu Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Januari Ini? Segera Input NIK di pedulilindungi.id

Baca juga: Tak Segarang saat Berkata Kasar Hina Satgas Covid-19, 3 Pemuda Ini Nangis setelah Diciduk Polisi

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Effendi sempat mengalami demam dan kehilangan indra penciuman.

Sekda kemudian melakukan tes swab di RSUD Kota Mataram dan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Pak Sekda awalnya merasa demam ringan kemudian kehilangan daya penciuman sehingga beliau langsung melakukan swab," terang Nyoman.

Tim Gugus Tugas Covid-19 juga sudah melakukan tes swab terhadap keluarga dan para staf yang memiliki kontak erat dengan Effendi.

Termasuk memeriksa kondisi kesehatan wali kota Mataram dan orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Effendi.

Hasilnya semua negatif dan dalam keadaan sehat.

Selain melakukan tracing, tim gugus tugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di ruang kerja Effendi.

Nyoman berharap, Effendi bisa segera pulih setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, hingga Senin (4/1/2021), Kota Mataram masuk dalam zona oranye atau zona risiko sedang penyebaran virus Covid-19.

Hingga saat ini total 1.440 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 1.260 pasien telah dinyatakan sembuh, 96 orang meninggal dunia, dan 84 orang masih menjalani isolasi.

Update Vaksin Sinovac

Akhirnya setelah melalui serangkaian penelitian, vaksin impor dari China, Sinovac terbukti aman digunakan.

Namun, menurut hasil uji ini, efektivitas Sinovac belum diketahui pasti.

Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 menyimpulkan berdasarkan kondisi relawan setelah dua tahap penyuntikan.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam.
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. (TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr)

"Saya katakan bahwa selama ini kalau keamanannya cukup baik," kata Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi dilansir dari Kompas TV sebagaimana dikutip dari Youtube IKA Unpad, Selasa (5/1/2021).

Menurut Kusnandi, keamanan vaksin disimpulkan setelah tidak ditemukannya efek samping yang luar biasa dari vaksin Sinovac saat penelitian dilakukan.

"Kita telah mengikuti enam bulan, apa yang didapat dari enam bulan itu, ternyata kejadian sakitnya itu panas ringan, bengkak-bengkak sedikit, yang dalam dua hari sebanyak 20 persen itu sembuh sendiri," ungkap Kusnandi.

Baca juga: 2 Cara Cek Penerima Vaksin Gratis: Input NIK ke pedulilindungi.id/cek-nik atau Hubungi Nomor Ini

Baca juga: Efektivitas Dipertanyakan, Vaksin Pfizer Malah Bikin 240 Warga Israel Positif Covid-19, Sebabnya Ini

"Jadi kita telah lakukan selama enam bulan tidak terjadi apa-apa," lanjutnya.

Akan tetapi tim belum mengetahui tentang efektivitas vaksin tersebut. Sebab poin itu belum selesai diamati.

"Tapi kalau untuk efektivitas dan imunogenitas itu sedang dalam penelitian. Itu belum selesai," ungkap Kusnandi.

Kusnandi melanjutkan, pada akhir Januari ini, Tim Penelitian Uji Klinis akan membuat laporan terkait hasil penelitian vaksin Sinovac secara internal kepada Rektor Universitas Padjajaran.

Selanjutnya laporan ini akan disampaikan kepada PT Bio Farma.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, pihaknya masih melakukan analisis hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan PT Bio Farma.

Menurut Penny, proses analisis terhadap hasil uji klinis sedang berjalan

Jika hasil analisis telah selesai, pada saatnya BPOM akan memberikan Emergency Use Authorization (EUA).

"BPOM akan memberikan EUA pada waktunya nanti. Sekarang data-data sedang dianalisa," kata Penny dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Senin (23/11/2020).

Menurut Penny, aspek keamanan uji klinis terpantau baik. Begitu pula aspek mutu dari vaksin Sinovac asal China ini terpantau baik.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, kata Penny, BPOM berkomitmen untuk menjaga vaksin sesuai dengan khasiatnya, keamanannya, dan efektivitasnya.

"Sekarang kita sedang menunggu proses analisa (vaksin), sehingga nanti aspek keamanan bisa kita dapatkan dan bisa berikan EUA, sehingga vaksinasi bisa dilakukan," tambah Penny.

(Kompas.com/ Kontributor Mataram, Karnia Septia/Dian Erika Nugraheny)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekda Kota Mataram Positif Covid-19, Sering Terima Tamu hingga Hadiri Undangan Pernikahan"

dan "Tim Uji Klinis: Vaksin Covid-19 Aman Digunakan, tapi Efektivitas Belum Diketahui"

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Keseringan Terima Tamu & Datangi Acara Nikahan, Sekda Mataram NTB Terinfeksi Covid-19

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved