Breaking News:

Kecelakaan Sriwijaya Air

Anaknya Sempat Mimpi Batal Nikah & Ragu Pergi, Ibu Korban Sriwijaya Air: Saya Ada Firasat Tak Baik

Orangtua korban insiden Sriwijaya Air SJ-182 menceritakan detik-detik sebelum anaknya berangkat ke Pontianak.

Editor: Irsan Yamananda
Dok. Sriwijaya Air
Sriwijaya Air 

TRIBUNMATARAM.COM - Orangtua korban insiden Sriwijaya Air SJ-182 menceritakan detik-detik sebelum anak ketujuhnya memutuskan untuk berangkat ke Pontianak.

Rupanya, sang anak sempat ragu untuk pergi dan mimpi batal menikah.

Berikut ungkapan duka mendalam keluarga korban.

Piyati (60) tak mampu menahan kesedihannya. Salah satu anaknya, Yohanes (27) yang menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1/2021). Hal itu membuat keluarga dirundung duka.

Tak ada suara tangis yang terdengar dari Piyati. Hanya air matanya yang menetes ke bahu AKBP Yuni, ketua Tim Trauma Healing Biro SDM Polda Lampung, Senin (11/1/2021).

Dengan terbata-bata, Piyati bercerita bahwa interaksi terakhir dengan anak ketujuhnya tersebut adalah satu hari sebelum berangkat ke Pontianak.

Baca juga: Pasutri Ini Jadi Korban Sriwijaya Air Sepulang Melayat Ayahnya, Adik: Dia Sudah Merantau 28 Tahun

Baca juga: 2 Korban Sriwijaya Air Gunakan KTP Orang Lain, Bagaimana Proses Pendataannya? Ini Kata Polisi

Baca juga: Sosok Captain Didik Gunardi, Korban Insiden Sriwijaya Air: Tak Mau Bolos Hingga Disebeli Teman SMA

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad dan Tim Trauma Healing menyambangi kediaman orangtua Yohanes, korban kecelakaan Sriwijaya Air, Senin (11/1/2021)
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad dan Tim Trauma Healing menyambangi kediaman orangtua Yohanes, korban kecelakaan Sriwijaya Air, Senin (11/1/2021) (KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA )

"Dia (Yohanes) sempat ragu mau pergi atau tidak (ke Pontianak). Sebelumnya, dia sudah tiga kali batal pergi diajak kerja di sana," kata Piyati saat ditemui di kediamannya di Desa Toto Makmur, Tulang Bawang Barat.

Baca juga: Mulai Ada Titik Terang, Basarnas Temukan Kartu Identitas, Diduga Terdaftar di Manifes Sriwijaya Air

Keraguan Yohanes itu sempat diutarakan kepada Sukari (70), ayah korban.

Menurut Piyati, Yohanes bercerita pernah mimpi batal menjadi pengantin satu malam sebelum berangkat bersama Sugiono Effendi (37) dan Pipit Piyono (25), teman satu kampung yang juga menjadi korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 tersebut.

"Dia bilang, katanya mimpi batal menikah," kata Piyati dalam bahasa Jawa.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved