Breaking News:

Kecelakaan Sriwijaya Air

Media Asing Soroti Mengapa Pesawat Indonesia Sering Jatuh, Cuaca hingga 'Pengalaman Mengerikan'

Kecelakaan pesawat yang menimpa Sriwijaya Air SJ 182 kembali membuka memori kelam tentang insiden penerbangan di Indonesia.

Editor: Salma Fenty Irlanda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut. 

TRIBUNMATARAM.COM - Mengapa pesawat Indonesia sering jatuh? Ini beberapa pendapat di mata media asing.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Indonesia dikejutkan dengan dua peristiwa kecelakaan pesawat terbesar yakni Lion Air JT 610 dan Sriwijaya Air SJ 182.

Dua kecelakaan ini merenggut ratusan nyawa seluruh penumpang pesawat.

Kecelakaan pesawat yang menimpa Sriwijaya Air SJ 182 kembali membuka memori kelam tentang insiden penerbangan di Indonesia.

Burung besi yang jatuh di Kepulauan Seribu, tepatnya di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki pada Sabtu (9/1/2021) itu membawa 43 penumpang dewasa, 7 penumpang anak, 3 penumpang bayi, dan 12 kru.

Pesawat yang jatuh ini berjenis Boeing 737-500 dengan kode registrasi PK-CLC, dan sempat hilang kontak beberapa menit usai lepas landas.

Sebelumnya, kecelakaan besar juga terjadi saat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh pada 29 Oktober 2018.

Menurut data dari Aviation Safety Network, sebelum jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 ada 697 korban kecelakaan pesawat di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, termasuk pesawat militer dan pribadi.

Baca juga: Kantongi Rekaman Pembicaraan Pilot Sriwijaya Air, KNKT Perkirakan Pesawat Jatuh dalam Keadaan Utuh

Baca juga: Duka di Balik Jaket Pink Minnie Mouse Utuh Korban Sriwijaya Air, Sang Ibu : Kita Pulang ya, Nak

Baca juga: Kesaksian Nelayan Saat Sriwijaya Air Jatuh: Dengar Dentuman Keras Lalu Air Laut Naik Hingga 15 Meter

Lalu kenapa pesawat Indonesia sering jatuh?

Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Juni 2019.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved