Breaking News:

Kecelakaan Sriwijaya Air

Sampai Debat Dilarang Ikut Naik Sriwijaya Air, Nama Tertinggi di Manifes Kini Selamat 'Jalan Tuhan'

Saat itu, keluarga Yulius sudah menangis histeris dan berusaha menghubungi putranya yang ternyata tak ada sinyal.

Editor: Salma Fenty Irlanda
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Paulus Yulius Kollo (24) Asal Kupang dan Indra Wibowo (21) asal Aceh Tenggara calon penumpang Sriwijaya Air yang selamat dari kecelakaan Sriwijaya Air. 

TRIBUNMATARAM.COM - Meski sempat kesal lantaran hasil swab antigennya tidak memenuhi syarat terbang, Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo kini bernapas lega.

Nama keduanya berada di daftar tertinggi manifes pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh Sabtu (9/1/2021) lalu.

Saat itu, keluarga Yulius sudah menangis histeris dan berusaha menghubungi putranya yang ternyata tak ada sinyal.

Kini, Paulus Yulius Kollo (24) Asal Kupang dan rekannya Indra Wibowo (21) asal Aceh Tenggara bersyukur bukan kepalang.

Keduanya selamat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak lantaran batal berangkat.

Keduanya tiba dengan selamat di Pontianak menggunakan KM Lawit.

Ditemui di rumah milik bosnya di Jl HRA Rachman, Gang Nusa, Swignyo, Sungai Jawi, Kota Pontianak, Senin (11/1/2021) malam, Paulus Yulius Kollo menceritakan pengalamannya.

Baca juga: 2 Korban Sriwijaya Air Pemakai Identitas Orang Lain Ternyata Sepasang Kekasih, Belum Punya KTP

Baca juga: Black Box Sriwijaya Air Berhasil Diangkat ke Darat, Jadi Bukti Pesawat Utuh & Tak Meledak saat Jatuh

Yulius mengatakan sudah mendengar kabar tentang pesawat hilang kontak tersebut dari pelabuhan,
masih dekat dengan kapal.

Mendapat kabar dari Bos dan Keluarga, bahwa terdapat musibah pesawat hilang kontak pada tanggal 9.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Basarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat menunjukkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh penyelam TNI AL di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Basarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat menunjukkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh penyelam TNI AL di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (Tribunnews/Irwan Rismawan)

"Keluarga sempat khawatir dengan adanya kejadian tersebut. Waktu kami membatalkan tiket penerbangan tidak memberikan informasi kepada pihak maskapai Sriwijaya Air.

Setahu orang-orang kami menaiki pesawat padahal kami sudah beralih menggunakan kapal laut. Jadi, tiket kami juga aktif di pihak maskapai Sriwijaya Air,” tutur Yulius.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved