Breaking News:

Virus Corona

UPDATE 16 Januari 2021: Kasus Harian Positif Covid-19 di Indonesia Pecah Rekor Lagi, Tambah 14.224

Pertambahan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor lagi pada hari Sabtu, 16 Januari 2021.

Editor: Irsan Yamananda
Shutterstock via Tribunnews
Ilustrasi virus Corona 

TRIBUNMATARAM.COM - Pertambahan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor lagi.

Pada hari Sabtu, 16 Januari 2021, jumlah pasien positif virus corona bertambah 14.224 kasus.

Berikut rinciannya.

Pemerintah memperlihatkan bahwa penularan virus corona hingga saat ini, Sabtu (16/1/2021), masih terjadi di masyarakat.

Hal ini terlihat dengan masih bertambahnya kasus Covid-19, berdasarkan data yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB.

Data pemerintah memperlihatkan bahwa ada 14.224 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Pecah Rekor Lagi, Kasus Baru Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Naik 12.818 Per 15 Januari 2021

Baca juga: Buntut Foto Viral Raffi Ahmad Party Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Digugat Advokat & Ditegur Istana

Baca juga: Perjuangan Syekh Ali Jaber Lawan Covid-19, Pakai Ventilator & Alat Jantung, Wafat setelah Sembuh

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 896.642 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Sabtu sore.

Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update yang diberikan setiap sore.

Meskipun jumlah kasus terus bertambah, harapan muncul dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Dalam sehari, diketahui ada penambahan 8.662 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

Baca juga: Raffi Ahmad Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan BCL? Berikut Keterangan Manajernya

Sehingga saat ini total ada 727.358 pasien sembuh dari Covid-19.

Namun, kabar duka kembali muncul dengan bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Pada periode 15-16 Januari 2021, ada 283 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 25.767 orang.

Selain kasus positif, diketahui ada 69.414 orang yang saat ini berstatus suspek terkait penularan virus corona.

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani menyebut kasus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia belum mencapai puncak gelombang pertama.

Meskipun, dalam tiga hari terakhir tambahan kasus Covid-19 selalu mencatatkan rekor baru.

"Sejak kemunculan Covid-19 di bulan Maret 2020 kita belum menuju puncak yang pertama, masih bergantung di atas, bahkan sekarang sampai tembus 12 ribu kasus harian," ungkap Laura saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (15/1/2021).

Meledaknya kasus Covid-19, disebut Laura juga menjadi alarm bagi masyarakat mengenai berbagai kebijakan yang dikeluarkan.

"Alarm bahwa kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19 belum berhasil," ungkapnya.

Ahli Ilmu Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani
Ahli Ilmu Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani (Tribunnews/istimewa)

Baca juga: Buntut Foto Viral Raffi Ahmad Party Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Digugat Advokat & Ditegur Istana

Baca juga: Pecah Rekor Lagi, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.557 Per 14 Januari 2021

Baca juga: Perjuangan Syekh Ali Jaber Lawan Covid-19, Pakai Ventilator & Alat Jantung, Wafat setelah Sembuh

Laura menilai, implementasi kebijakan pemerintah belum tegas dan maksimal.

"Kebijakan pemerintah terkait dengan pembatasan mobilisasi masyarakat harus tegas," ujar Laura.

Berbagai kebijakan pemerintah disebut Laura sudah baik.

"Akan tetapi, implementasi di lapangan masih sangat kurang."

"Sehingga goal yang ingin dicapai tidak maksimal karena terbukti," ungkapnya.

Laura mengakui jika situasi ini merupakan pilihan yang sulit.

"Satu sisi ingin pemulihan ekonomi, satu sisi ingin penyelamatan kesehatan masyarakat," ujar Laura.

Baca juga: Advokat Gugat Raffi Ahmad karena Party Tanpa Kenakan Masker Usai Disuntik Vaksin, Ini Tuntutannya

Perkembangan Kasus

Penambahan kasus baru virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus menanjak dalam empat hari terakhir.

Dikutip dari Covid19.go.id, kasus baru Covid-19 menjadi pertambahan tertinggi yakni 12.818 pasien, Jumat (15/1/2021).

Sebelumnya, pada Senin (11/1/2021), kasus baru Covid-19 sempat mengalami penurunan dengan 8.692 pasien.

Lalu, angka tersebut naik dan kembali tembus 10 ribu kasus pada Selasa (12/1/2021) dengan 10.047 pasien.

Kasus Covid-19 kembali menjadi rekor tertinggi, yakni sebanyak 11.278 pasien pada Rabu (13/1/2021).

Sehari setelahnya, angka tersebut terus mengalami kenaikan dengan jumlah 11.557 kasus pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal, Ustaz Yusuf Mansur Bagikan Kenangan Bersama Almarhum: Sudah Negatif Covid

Baca juga: PECAH REKOR - Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.278 Kasus Per 13 Januari 2021

Total kasus positif virus Corona hingga Jumat ini tercatat sebanyak 882.418 pasien.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh pada hari ini menjadi 718.696 pasien di seluruh Indonesia.

pecah rekor 4 hari
Kasus baru virus Corona (Covid-19) di Indonesia terjadi pecah rekor dalam empat hari terakhir.

Baca juga: Testimoni Presiden Jokowi setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Tensi Normal : Gak Terasa

Kemudian, total ada 25.484 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga Jumat hari ini.

Bertambah 11.557 Per 14 Januari 2021

Sebelumnya, pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui soal data jumlah pasien positif corona di Indonesia, Kamis (14/1/2021).

Dilihat dari data di situs resmi covid19.go.id, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 11.557 orang.

Sehingga, total kasus positif Covid-19 sebanyak 869.600 orang.

Baca juga: Perjuangan Syekh Ali Jaber Lawan Covid-19, Pakai Ventilator & Alat Jantung, Wafat setelah Sembuh

Baca juga: Raffi Ahmad Mulai Rasakan Efek Samping Disuntik Vaksin Covid-19, Tapi Malah Keluyuran Tanpa Maker

Baca juga: PECAH REKOR - Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.278 Kasus Per 13 Januari 2021

Ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia
Ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia (Kompas.com)

Angka tambahan ini seperti diketahui meningkat ketimbang pada hari Rabu kemarin, yang mencapai 11.278 kasus.

Pada Kamis ini, merupakan rekor terbaru penambahan tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia.

Data tersebut juga menunjukkan penambahan pasien sembuh mencapai 7.741 orang.

Adapun total pasien sembuh secara keseluruhan sebanyak 711.205 orang.

Baca juga: Raffi Ahmad Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan BCL? Berikut Keterangan Manajernya

Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 25.246 orang setelah ada penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 295 orang.

Jumlah Suspek yang dipantau per hari ini tercatat sebanyak 64.032 orang. Adapun spesimen yang diperiksa hari ini sebesar 70.376 spesimen.

Seperti diketahui, pada Rabu (13/1/2021) kemarin, kasus positif Covid-19 total sebanyak 858.043 kasus.

Sementara, jumlah pasien sudah sembuh menjadi 703.464 orang.

Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 24.951 orang.

Vaksin Sinovac Teruji Minim Efek Samping, Berkhasiat, dan Halal

Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tidak ragu lagi terhadap keamanan vaksin Covid-19 yang akan diberikan pemerintah secara gratis.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan, keamanannya sudah dipastikan.

Untuk vaksin Sinovac, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah mengeluarkan sertifikasi Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kedua sertifikasi ini telah memenuhi standar medis, sehingga berkhasiat, minim efek samping dan juga halal," ujarnya, dikutip dari Covid19.go.id, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Testimoni Presiden Jokowi setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Tensi Normal : Gak Terasa

Baca juga: Dinyatakan Positif Covid, Vicky Prasetyo Kelihatan Sangat Lemas, Sidang Pencemaran Nama Baik Ditunda

Keputusan dikeluarkannya EUA dari Badan POM karena vaksin tersebut sudah memenuhi standar medis dengan memastikan keamanan, dosis dan efek sampingnya.

Dasar pemberian EUA sendiri melalui beberapa syarat diantaranya data keamanan subjek uji klinis, data imunogenisitas dan data efikasi vaksin berdasarkan hasil uji klinis tahap I, tahap II dan tahal III.

"Lalu, untuk sertifikat halal, pun juga dikeluarkan berdasarkan kajian kehalalan vaksin melalui beberapa tahapan termasuk kunjungan ke fasilitas pembuatan vaksin Sinovac di China," lanjut Wiku.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

Pada vaksin Sinovac, besaran angka efikasi sebesar 65,3 persen.

Hal ini menyatakan bahwa terjadi penurunan 65,3 persen kemunculan kasus pada kelompok yang divaksinasi.

Besaran angka efikasi ini didapatkan dari perbandingan kelompok yang divaksin dan tidak divaksin.

Hal ini sudah dibuktikan pada saat masa uji klinik yang terkontrol di Bandung.

Untuk itu, Wiku meminta masyarakat tidak perlu ragu terhadap efektivitas vaksin.

Pasalnya, standar efikasi vaksin telah melampaui standar minimal yang ditetapkan sebesar 50 persen.

Baca juga: GeNose C19 Buatan UGM Lacak Covid-19 dengan Hembusan Napas, Sensitivitas Capai 92 Persen

Baca juga: Dinyatakan Positif Covid, Vicky Prasetyo Kelihatan Sangat Lemas, Sidang Pencemaran Nama Baik Ditunda

Penetapan standar ini dilakukan World Health Organization (WHO), Food and Drugs Association (FDA) di Amerika Serikat maupun European Medicine Agency (EMA) di wilayah Eropa.

"Dengan angka efikasi yang sudah melampaui standar minimal, maka sudah sangat bermakna dalam mencegah kejadian infeksi baru, baik pada penerima vaksin maupun populasi yang tidak menerima vaksin," ujar Wiku.

Masyarakat juga diharapkan yakin akan efektivitas dan keamanan vaksin yang telah mengantongi sertifikat EUA dan sertifikat halal.

Pemerintah pun akan tetap melakukan pemantauan lanjut setelah enam bulan kedepan pasca vaksinasi, sehingga terlihat efektivitas vaksin tersebut.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto/Nuryanti) (Kompas/ Dian Erika Nugraheny)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE 16 Januari: Tambah 14.224, Kini Ada 896.642 Kasus Covid-19 di Indonesia" dan Tribunnews.com dengan judul Rekor Lagi, 12.818 Kasus Baru Covid-19, Epidemiolog: Indonesia Belum Capai Puncak Wabah.

BACA JUGA : di Tribunnewsmaker.com dengan judul UPDATE 16 Januari 2021: Kasus Harian Positif Corona di Indonesia Pecah Rekor Lagi, Tambah 14.224.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved