Breaking News:

Bayi Prematur Dimasukkan Freezer Hidup-hidup Gegara Dokter Malas Menyelamatkan Nyawanya

Dua dokter senior dan seorang bidan di Kazakhstan dipenjara, setelah mereka memasukkan bayi yang baru lahir ke freezer hidup-hidup.

(East2West News via Daily Mirror)
Dua dokter dan satu bidan di Kazakhstan mendapatkan hukuman penjara selama belasan tahun, setelah mereka memasukkan bayi baru lahir ke freezer hidup-hidup. 

TRIBUNMATARAM.COM - Sebaik apa pun bangkai disimpan, pasti akan tercium juga.

Hal itu lah yang terjadi pada dua dokter dan satu bidan ini.

Bukannya menyelamatkan nyawa bayi prematur yang masih hidup, ketiganya justru bersekongkol meletakkannya di freezer jenazah karena malas menyelamatkannya.

Dua dokter senior dan seorang bidan di Kazakhstan dipenjara, setelah mereka memasukkan bayi yang baru lahir ke freezer hidup-hidup.

Bayi yang lahir prematur itu dinyatakan mati, meski diketahul masih bergerak, saat dimasukkan ke lemari pendingin mayat.

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (Shuttershock)

Pengadilan di Kazakhstan mencatat, si dokter enggan berusaha menyelamatkan bayi itu meski sempat melihat kakinya bergerak.

Sebab seperti diberitakan Daily Mirror Rabu (20/1/2021), pusat data rumah sakit sudah menyatakan anak itu meninggal.

Jaksa penuntut negara Askarbek Ermukashev menyatakan, tiga tenaga medis itu didakwa melakukan pembunuhan berencana untuk menutupi kelalaian mereka.

Baca juga: Di Selat Philip, Nyawa Hasan ABK Indonesia Hilang di Tangan Mandor Kapal China, Disimpan di Freezer

Baca juga: Aksi Heroik Suster Mia, Meninggal Seusai Selamatkan Bayi di RS Saat Gempa Susulan Guncang Majene

Menurut bukti yang terpapar, ketiganya bahkan mendiskusikan apakah perlu menenggelamkan si bayi, sebelum memutuskan memasukannya ke freezer.

Pengadilan tidak merinci jenis kelamin anak itu. Namun menurut harian lokal mgorod.kz, korban adalah perempuan.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved