Tak Terima dengan Renovasi Ruangan, Nurhadi eks-Sekretaris MA Pukul Bibir Petugas KPK, Ini Profilnya

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurachman, diduga telah melakukan tindak kekerasan pada petugas rutan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews/ Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). - Berikut Profil Nurhadi, mantan sekretaris MA yang memukul bibir petugas rutan KPK. Ia pernah menjadi buron KPK pada 2020 lalu. 

TRIBUNMATARAM.COM - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) jadi sorotan setelah memukul salah satu petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usut punya usut, peristiwa itu bermula saat Nurhadi merasa repot karena harus memindah barang akibat renovasi ruangan.

Berikut profil lengkap Nurhadi.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurachman, diduga telah melakukan tindak kekerasan pada petugas rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir Tribunnews, Kapolsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan korban telah melaporkan kejadian itu.

Yogen mengatakan insiden pemukulan itu terjadi karena Nurhadi tak bersedia pindah terkait adanya renovasi ruangan.

Baca juga: Terbang 2 Meter karena Puting Beliung, Pria di Pamekasan Selamat Berkat Atap Rumah, Begini Kisahnya

Baca juga: Hubungannya dengan Celine Evangelista Disinggung Warganet, Stefan William Hanya Beri Jawaban Singkat

Baca juga: Kabar Anak Syekh Ali Jaber Usai Kepergian Ayahnya, Hasan Tersenyum Bahagia Digelendoti Adik-adiknya

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). - Berikut Profil Nurhadi, mantan sekretaris MA yang memukul bibir petugas rutan KPK. Ia pernah menjadi buron KPK pada 2020 lalu.
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). - Berikut Profil Nurhadi, mantan sekretaris MA yang memukul bibir petugas rutan KPK. Ia pernah menjadi buron KPK pada 2020 lalu. (Tribunnews/ Irwan Rismawan)

"Jadi memang ada pemukulan satu kali di atas bibir."

"Kronologisnya pada saat itu lagi sosialisasi untuk renovasi ruangan, terus kemudian terlapor (Nurhadi) nggak mau karena repot harus mindah-mindahin barang, nggak terima akhirnya melakukan pemukulan terhadap korban," terang Yogen, Minggu (31/1/2021).

Nurhadi dilaporkan atas Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Profil Nurhadi Abdurachman

Dikutip dari Warta Kota, Nurhadi lahir di Kudus pada 19 Juni 1957.

Ia memiliki istri bernama Tin Zuraida yang menjadi pejabat di lingkungan MA.

Dilansir mahkamahagung.go.id, Nurhadi mengakhiri jabatannya sebagai Sekretaris MA pada Juli 2016 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22/TPA tahun 2017 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Nurhadi menjabat sebagai Sekretaris MA sejak 2011.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved