Breaking News:

Bukan Telegram atau Signal, 1 Pesaing Berat WhatsApp Ini Lebih Ditakuti Mark Zuckenberg

Turunnya pengguna WhatsApp sejak kebijakannya 'mengurusi' privasi nyatanya tak terlalu diambil pusing oleh pendiri Facebook, Mark Zuckenberg.

CNBC/Getty Images
Mark Zuckerberg 

TRIBUNMATARAM.COM - Bukan Telegram atau pun Signal, WhatsApp ternyata lebih takut dengan satu pesaingnya ini.

Turunnya pengguna WhatsApp sejak kebijakannya 'mengurusi' privasi nyatanya tak terlalu diambil pusing oleh pendiri Facebook, Mark Zuckenberg.

Zuckenberg mengaku, dua aplikasi perpesanan Telegram dan Signal yang kini banyak digunakan oleh eks pengguna WhatsApp bukan pesaing yang akan dicemaskannya.

WhatsApp belakangan ini memang membuat heboh para penggunanya terkait pembaruan syarat layanan dan kebijakan privasi aplikasinya.

Salah satu poin yang memantik kekhawatiran pengguna ialah soal berbagi data antara WhatsApp dan perusahan induknya, Facebook.

Walaupun sempat mengeluarkan klarifikasi soal pembaruan tersebut, sejumlah pengguna WhatsApp yang telanjur khawatir soal keamanan data dirinya memilih untuk migrasi ke aplikasi perpesanan instan lainnya, seperti Telegram dan Signal.

Facebook ganti WhatsApp dan Instagram.
Facebook ganti WhatsApp dan Instagram. (liveatpc.com)

Pamor WhatsApp pun ikut turun. Ketika menggulirkan kebijakan baru di awal Januari 2021, firma riset aplikasi Sensor Tower melaporkan, jumlah unduhan WhatsApp justru menurun sekitar 11 persen.

Baca juga: Status WhatsApp yang Muncul Dituding Bisa Curi Rekening Bank, Ternyata Hoaks, Jangan Panik!

Baca juga: Imbas Paksa Pengguna Serahkan Data ke Facebook, WhatsApp Sampai Pasang Iklan Besar di Koran

Firma riset aplikasi App Annie juga melaporkan terjadi penurunan peringkat WhatsApp di daftar aplikasi terpopuler, baik di Android maupun iOS.

Berbanding terbalik, Telegram dilaporkan kebanjiran pengguna baru. Bahkan, CEO Telegram Pavel Durov menyatakan bahwa pengguna Telegram sudah tembus lebih dari 500 juta pengguna pada minggu pertama Januari 2021.

"Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan, yang mana 25 juta pengguna baru di antaranya bergabung ke Telegram dalam 72 jam terakhir," tulis Durov di channel Telegram-nya. Signal juga dilaporkan ikut mendapatkan 100.000 pengguna baru kala itu.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved