Breaking News:

Virus Corona

Sembunyikan Status Positif Covid-19, Wanita Ini Akhirnya Tewas bersama Seluruh Keluarganya

Akibat menyembunyikan statusnya positif Covid-19, wanita ini beserta seluruh keluarganya meninggal dunia.

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA via Kompas.com
Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari. 

Akankah negara tertinggal dalam perlombaan vaksin?

Yang perlu diketahui oleh semua orang adalah, vaksin harus tersedia bagi semua orang.

"Tidak seorang pun boleh diblokir untuk mendapatkan vaksin penyelamat nyawa karena negara tempat mereka tinggal atau jumlah uang di kantong mereka," kata Anna Marriott, manajer kebijakan kesehatan Oxfam.

"Tetapi kecuali sesuatu berubah secara dramatis, miliaran orang di seluruh dunia tidak akan menerima vaksin yang aman dan efektif untuk Covid-19 untuk tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

People's Vaccine Alliance menyerukan kepada semua perusahaan farmasi yang mengerjakan vaksin Covid-19 untuk secara terbuka membagikan teknologi dan kekayaan intelektual mereka sehingga miliaran dosis dapat diproduksi dan tersedia untuk semua orang yang membutuhkannya.

“Ini dapat dilakukan melalui kumpulan akses teknologi Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia,” katanya.

Persetujuan

Vaksin Pfizer-BioNTech yang telah mendapat persetujuan di Inggris dan kelompok warga paling rentan sudah mulai disuntikkan minggu ini. Kemungkinan vaksin buatan Pfizer-BioNTech juga akan segera menerima persetujuan dari regulator di AS dan Eropa.

Dua vaksin lainnya, dari Moderna dan Oxford-AstraZeneca, sedang menunggu persetujuan regulasi di sejumlah negara.

Aliansi tersebut menyatakan bahwa sejauh ini semua dosis Moderna dan 90 persen Pfizer / BioNTech telah diakuisisi oleh negara-negara kaya.

AstraZeneca, perusahaan yang memproduksi vaksin Covid yang dikembangkan oleh University of Oxford, telah berkomitmen untuk menyediakannya secara nirlaba di negara berkembang.

Ini lebih murah daripada yang lain dan dapat disimpan pada suhu lemari es, membuatnya lebih mudah untuk didistribusikan ke seluruh dunia.

Terkait wacana ini, aliansi menyambutnya dengan baik. Hanya saja, langkah dari Oxford/ AstraZeneca kemungkinan hanya akan menjangkau 18 persen dari populasi dunia di tahun depan.

“(Ini) menunjukkan bahwa satu perusahaan saja tidak dapat diharapkan untuk memasok seluruh dunia,” ujar Anna.

Vaksin Rusia, Sputnik, juga telah mengumumkan hasil uji coba positif, dan empat vaksin lainnya sedang menjalani uji klinis tahap akhir.

Sementara di Indonesia, pengiriman vaksin Coronavac dari perusahaan biofarmasi yang berbasis di Beijing, Sinovac, telah tiba.

Kini pemerintah tengah melakukan kampanye vaksinasi massal, meskipun vaksin Sinovac belum menyelesaikan uji coba tahap akhir.

Perusahaan ini juga telah mendapatkan kesepakatan dengan Turki, Brasil, dan Chili. 

(Kompas.com/ Miranti Kencana Wirawan/Dian Reinis Kumampung)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Positif, Wanita Ini Sembunyikan Hasil Tes Covid-19, Dia dan Seluruh Keluarganya Tewas

dan judul "Negara-negara Kaya Mulai Timbun Vaksin Covid-19

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Sembunyikan Status Positif Covid, Wanita Ini Sebabkan Suami & 3 Anaknya Meninggal, 'Paru Menghitam'

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved