Breaking News:

Mengaku Jadi Korban KDRT, Istri di Tangerang Selatan Bakar Suaminya, Berawal dari Pertengkaran

Seorang istri di Tangerang Selatan ditangkap polisi karena bakar suaminya sendiri, pelaku mengaku menjadi korban KDRT.

Editor: Irsan Yamananda
THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAM.COM - Seorang istri di Tangerang Selatan ditangkap polisi karena bakar suaminya sendiri.

Kepada polisi, pelaku mengaku menjadi korban KDRT korban. 

Berikut kronologi lengkapnya.

Polisi akhirnya menangkap wanita yang membakar suaminya sendiri di Tangerang Selatan.

Polres Tangsel, menangkap wanita berinisial KR (57) wilayah Semarang, Jawa Tengah.

KR membakar suami sendiri, Samsudin (47) di kawasan Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis (4/2/2021) dini hari.

Viral Pria Bakar Merah Putih, Polisi Ungkap Identitasnya: Diduga Warga Aceh, Tinggal di Malaysia

Sakit Hati Cinta Ditolak, Pria Ini Turun Tangan Bakar Wanita yang Dicintainya hingga Tewas

KR (54) tersangka kasus istri bakar suami di Ciputat, saat rilis di Mapolres Tangsel
KR (54) tersangka kasus istri bakar suami di Ciputat, saat rilis di Mapolres Tangsel (Jaisy Rahman Tohir/Tribun Jakarta)

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanudin menjelaskan, pelaku ditangkap di kediaman orangtuanya.

Ia kemudian langsung dibawa petugas ke Mapolres Tangerang Selatan untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, KR mengakui telah membakar suaminya sendiri.

Dia melakukan aksi keji tersebut dengan alasan kesal dengan sikap korban.

Massa Ancam Bakar Rumah Menkopolhukam Jika Habib Rizieq Dipenjara, Ibu Mahfud MD Trauma

Faktor masalah ekonomi di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab KR kesal.

Selain itu, ia juga sering bertengkar dengan Samsudin.

"Sempat bertengkar karena persoalan ekonomi," ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan yang disiarkan secara daring, Sabtu (6/2/2021).

Berawal dari pertengkaran

Iman mengungkapkan, aksi nekat KR membakar Samsudin berawal dari pertengkaran yang kembali terjadi sehari sebelum kejadian, yakni Rabu (3/2/2021).

Kala itu, Samsudin yang tengah berseteru dengan KR memutuskan pergi meninggalkan rumah untuk sejenak.

Ia kemudian bertemu teman-temannya.

Tepat pukul 00.30 WIB, pada Kamis (4/2/2021), Samsudin akhirnya pulang ke rumah.

Ia memutuskan langsung beristirahat di kamar.

Kejinya Ayah Bakar Anak Balita yang Tunawicara Pakai Daun Kelapa & Bara Api, Berdalih Usir Nyamuk

Mengetahui kepulangan sang suami, KR pun langsung menjalankan rencananya untuk menghabisi nyawa korban.

Kala itu, korban sedang terlelap dengan cara membakarnya.

Menurut Iman, tersangka sudah lebih dulu menyiapkan sejumlah peralatan seperti bensin dan korek api.

Ia kemudian menjalankan aksi kejahatan yang memang telah direncanakan.

"Yang bersangkutan sudah menyiapkan peralatan, membeli bensin kemudian memasukan ke dalam botol air mineral dan mengguyurkan kepada badan korban beserta kasurnya," kata Iman.

Dalam sekejap, api langsung berkobar menyelimuti tubuh Samsudin.

Kasur dan barang-barang lain di dalam kamar pun turut terbakar.

Warga yang melihat ada api dan kepulan asap di rumah Samsudin berupaya menolong.

Mereka mendapati Samsudin sudah dalam keadaan terbakar.

Warga pun langsung membawa korban ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan medis.

Saat itu, lanjut Iman, warga tidak menemukan keberadaan KR yang ternyata sudah melarikan diri dari lokasi usai menjalankan aksinya.

Pelaku mengaku alami KDRT

Kepada polisi, KR mengaku bahwa pertengkarannya dengan Samsudin sering kali berujung pada kekerasan atau penganiayaan terhadap dia.

Sehingga, kata Iman, KR yang merasa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak bisa lagi membendung amarahnya dan membuat dia nekat membakar Samsudin.

"Hanya berdasarkan keterangan dari tersangka, tersangka beberapa kali memang pernah dianiaya korban," kata Iman.

Kendati demikian, Iman belum dapat menjelaskan informasi lebih rinci terkait KDRT yang dialami KR oleh korban.

Dia hanya menyatakan bahwa polisi masih akan menyelidiki kebenaran dari keterangan yang disampaikan KR saat pemeriksaan.

Meski begitu, proses hukum terkait pembakaran yang dilakukan oleh KR terhadap Samsudin masih tetap berjalan.

KR dikenakan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang RI tahun 2004 tentang KDRT, Pasal 187 ayat 2 tentang Pembakaran, dan Pasal 351 ayat 2 KUHP yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Akhir Pelarian Istri Pembakar Suami, Masalah Ekonomi hingga KDRT Jadi Penyebab

BACA JUGA : di Tribunnewsmaker.com dengan judul Punya Masalah Ekonomi dan Tak Tahan Jadi Korban KDRT, Istri di Tangerang Selatan Bakar Suami Sendiri.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved