Breaking News:

Berkat Gelas Kopi Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Keluarga Seniman Anom, Ternyata Coba Bunuh Diri

Dendam terkait jual beli gamelan diduga menjadi latar belakang Surani membunuh satu keluarga Anom.

(KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA)
TKP Satu Keluarga di Rembang Meninggal Dunia 

Kondisi TKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan <a href='https://mataram.tribunnews.com/tag/rembang' title='Rembang'>Rembang</a> Kota, Kabupaten <a href='https://mataram.tribunnews.com/tag/rembang' title='Rembang'>Rembang</a>

Kondisi TKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang(KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA)

Luthfi mengatakan Surani adalah teman dari Anom Subekti. Di antara mereka ada transkasi jual beli gamelan.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh polisi, diketahui tersangka mempunyai dendam kepada korban.

"Ada kata-kata bahwa 'wis, sing wis yo wis', itu di BAP (berita acara pemeriksaan) dan interogasi awal dari penyidik mengatakan begitu, artinya apa di situ ada motif dendam, tentang sesuatu," terangnya.

Selain adanya motif dendam, tersangka dengan korban juga sempat bertransaksi terkait jual beli gamelan.

"Jadi pada saat beberapa saksi yang kita periksa, ada penawaran terkait dengan gamelan, dan korban telah menerima uang sekitar Rp 15 juta, jadi ada motifnya," ungkapnya.

Pemeriksaan belum dilakukan karena tersangka masih dalam kondisi sakit.

"Mungkin karena tersangka belum kita periksa, motifnya adalah terkait dengan masalah uang, dan dia kenal dengan korban," kata dia.

Diduga Surani membunuh empat korbannya pada Rabu (3/2/2021) antara pukul 21.00 WIB hingga jam 24.00 WIB.

Jika terbukti, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sumani terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(KOMPAS.com / Aria Rusta Yuli Pradana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dendam Soal Gamelan, 4 Nyawa Pun Melayang..."

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Gelas Kopi Petunjuk Polisi Kuak Pelaku Pembunuhan Keluarga Anom Subekti, Malah Sekarat Gegara Racun

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved