Breaking News:

Buku Sosiologi SMA Kecolongan Muat Link Konten Asusila, Terbit Tahun 2015 dan Sudah Lama Digunakan

Sebuah buku mata pelajaran sosiologi Sekolah Menengah Atas (SMA) kecolongan memuat link konten asusila.

Editor: Irsan Yamananda
Thinkstock/AndreyPopov
Ilustrasi konten asusila 

Sehingga, tidak ada lagi kontroversi terkait muatan link asusila dalam buku pelajaran sekolah.

"Harusnya hal itu dimaksimalkan sehingga buku-buku ajar yang beredar di sekolah tidak lagi memuat hal-hal kontroversial."

"Seperti masuknya link asusila yang bisa memberikan dampak negatif kepada peserta didik," kata Huda.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Setelah menerima adanya laporan ini, mereka meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menarik buku tersebut dari peredaran.

Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim juga meminta, agar Mendikbud berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir situs bermuatan konten asusila tersebut.

"Sebab, hingga rilis pernyataan resmi ini dibuat, situs tersebut masih eksis dan belum diblokir," kata Satriawan dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Adapun, informasi awal mengenai keberadaan buku tersebut semula beredar di Jawa Barat.

Dari informasi yang ia peroleh, buku tersebut membahas topik mengenai, "Pemberdayaan Masyarakat Kampung Naga".

Kondisi Perut Tampak Buncit, Wanita Pelaku Tindak Asusila Halte Senen Diduga Hamil, Ini Kata Polisi

Tetapi, dalam narasinya justru memberikan tautan situs yang berisi konten asusila.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved