Breaking News:

Buku Sosiologi SMA Kecolongan Muat Link Konten Asusila, Terbit Tahun 2015 dan Sudah Lama Digunakan

Sebuah buku mata pelajaran sosiologi Sekolah Menengah Atas (SMA) kecolongan memuat link konten asusila.

Thinkstock/AndreyPopov
Ilustrasi konten asusila 

Kondisi itu, menurut Satriawan, berbahaya bagi peserta didik dan guru apabila justru sampai membuka situs tersebut.

"P2G khawatir jika buku ini masih beredar dan terus digunakan siswa lalu dibuka, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs asusila."

"Dan hal ini sangat berbahaya bagi pendidikan dan moral anak bangsa," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Ditegur Jangan di Sini Pria Wanita Beraksi Asusila di Halte Senen Jawab Santai Emang Kenapa?

Ia pun berharap agar Kemendikbud berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Hal itu agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap buku-buku pelajaran yang digunakan peserta didik di sekolah.

Sebab, tidak menutup kemungkinan keberadaan buku itu juga tersebar di wilayah lain.

"Kemdikbud semestinya lebih berhati-hati dan selektif dalam membuat buku dan harus lebih ketat mengawasi konten buku yang beredar dan digunakan siswa/guru," ujarnya.

Lebih jauh, ia meminta, para guru dan kepala sekolah lebih selektif dalam memutuskan penggunaan buku-buku pelajaran siswa di sekolah.

"Para orang tua juga bisa sama-sama memantau isi buku yang dipakai anaknya belajar."

"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved