Breaking News:

Novel Baswedan Dipolisikan Gegara Cuitan 'Kemanusiaan' Ustaz Maaher, KPK: Katanya Terbuka Kritik

Buntut panjang cuitannya terkait mendiang Ustaz Maaher At-Thuwailibi membuat Novel Baswedan kini harus berhadapan dengan hukum.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Novel Baswedan 

TRIBUNMATARAM.COM - Buntut panjang cuitannya terkait mendiang Ustaz Maaher At-Thuwailibi membuat Novel Baswedan kini harus berhadapan dengan hukum.

Ia dipolisikan setelah dianggap memprovokasi masyarakat akan kematian Ustaz Maaher.

Padahal, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyebut jika pemerintah siap terbuka menerima kritik.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) atas dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan para pegawai serta kuasa hukum di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan para pegawai serta kuasa hukum di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). ((KOMPAS.com/ CHRISTOFORUS RISTIANTO))

Adapun laporan itu terkait kicauan Novel di Twitter yang mengomentari soal kabar meninggalnya Soni Eranata atau Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri, Senin (8/2/2021) malam. Polisi menyebut Maaher meninggal karena sakit.

Menanggapi hal itu, Novel Baswedan menyatakan, apa yang dilakukan adalah bentuk kepedulian terharap rasa kemanusiaan.

Ia mengatakan, hampir tidak pernah mendengar ada tahanan kasus penghinaan yang meninggal di dalam ruang tahanan (rutan).

Kisahkan Pertemuan Terakhir dengan Suami, Suara Istri Ustaz Maaher Bergetar: Di Rutan Kepikiran Anak

Tegaskan Ustaz Maaher Meninggal karena Sakit, Polri: Jangan Sebar Berita Bohong, Itu Tindak Pidana

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel kepada Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

"Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar menahan orang yang sakit," ucap Novel.

Lebih lanjut, Novel enggan menanggapi pelaporan yang ditujukan kepadanya.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved