Breaking News:

Suara Bergetar, Istri Ceritakan Pertemuan Terakhir dengan Ustaz Maaher: 'Kurus Banget Kondisinya'

Istri Ustaz Maaher mengungkapkan bahwa masa pemulihan TB usus suaminya sempat terputus.

Istimewa via Wartakota
Maaher At Thuwailibi 

Dikatakan Jamaluddin, kondisi adik ipar sudah mulai drop satu bulan terakhir sebelum wafat.

"Sebulan terakhir ini, langsung cepet (kondisi menurun). Waktu itu wawancara masih seger baru masuk, satu bulan ini drop dan cepet banget drastis," sambungnya.

Sementara itu, polisi buka suara soal penangguhan penahan Ustaz Maaher yang tak dikabulkan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan bahwa soal penangguhan penahanan hal itu merupakan sepenuhnya kewenangan dari pertimbangan penyidik.

"Penyidik juga memiliki pertimbangan lain sehingga penangguhan tidak dikabulkan oleh penyidik," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021). 

Keinginan Terakhir Ustaz Maaher

Sebelum meninggal dunia, ia sempat mengungkapkan keinginannya.soni eranata untuk menemui Habib Luthfi secara langsung dan meminta maaf.

Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip dari kanal YouTube tvOneNews. 

"Sebelum ditangkap saya itu berniat mau bertemu, saya berniat minta maafnya itu nggak usah lewat medsos nanti kelihatan tidak ada kesungguhan," ujarnya.

"Saya akan kumpulkan uang, bawa keluarga, kita beli tiket, berangkat ke Jawa Tengah, Pekalongan," imbuh Soni.

 Meninggal Dunia Setelah Alami Serangan Jantung, Berikut Profil Penyanyi Marthin Saba, Pendiri KSP

 Angela Gilsha Bersikukuh Marco Panari Bukan Meninggal Tersedak Mi, Ungkap Beberapa Penyebab Kematian

Sementara di video lain, terlihat Ustaz Maaher meneteskan air matanya.

Dalam video itu tampak Maaher mengenakan baju oranye, khas baju tahanan, serta mengenakan peci putih.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ada maksud menghina Habib Luthfi.

Sebaliknya, ia mengaku bahwa dirinya justru menghormati Habib Luthfi.

 Polisi Sebut Marco Panari Meninggal Dunia Akibat Tersedak Mi, Angela Gilsha Beri Bantahan: Ngaco

"Saya ingin sampaikan isi hati saya bahwa saya itu gak benci sama beliau."

"Saya tu gak membenci beliau, dan gak punya masalah sama beliau."

"Dan saya mencintai beliau," katanya terisak-isak.

Soni juga bilang kalau apa yang dia sampaikan di dalam tangkapan layar komentarnya yang viral adalah bentuk salah paham orang.

"Cuman, balasan komentar saya itu disalahpahami oleh banyak orang."

"Kemudian digiring kepada opini lain dalam tanda kutip bahwa saya menghina habib Luthfi," kata Maaher sambil menangis.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menjelaskan materi hukum yang dipersoalkan dalam kasus ujaran kebencian terhadap Habib Luthfi bin Yahya, yang menjerat Maaher At-Thuwailibi (28).

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan, pernyataan yang dipersoalkan berkaitan dengan unggahan tentang cantik dan jilbab yang dialamatkan kepada Habib Luthfi, di akun Twitter@ustadzmaaher_.

"Kata kunci dalam kasus ini yaitu kata 'cantik' dan 'jilbab'."

"Karena di sini dipastikan postingannya 'Dia tambah cantik pakai jilbab kayak kiainya banser ini ya'."

 Sekeluarga Keracunan setelah Makan Oncom, Istri Sempat Pijati Suami, Malah Meninggal Duluan

"Jadi clue-nya di situ. Kata kuncinya," kata Brigjen Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Dalam kasus ini, kata cantik dan jilbab tidak merefleksikan Habib Luthfi yang merupakan seorang pria.

Apalagi, kata Awi, Habib Luthfi merupakan tokoh ulama di agama Islam.

Habib Luthfi bin Yahya tengah berdoa
Habib Luthfi bin Yahya tengah berdoa (instagram @habibluthfibinyahya)

"Cantik dan jilbab itu untuk perempuan, sedangkan kiai itu laki laki."

"Kiai itu adalah ulama yang ditokohkan, sehingga mewakili tokoh yang diutamakan."

"Sehingga mewakili penamaan tokoh orang yang punya nilai religi yang tinggi tidak sembarangan," jelasnya.

Awi menerangkan, unggahan itu pun dilaporkan oleh sejumlah simpatisan Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang diduga Maaher telah menghina Habib Luthfi.

"Kita duga terjadi penghinaan yang menjadikan delik yang kuat untuk menghasut dan menimbulkan perpecahan antar golongan dan kelompok masyarakat."

"Inilah yang jadi pertimbangan kepolisian hasil koordinasi hasil verifikasi dengan ahli, baik itu ahli bahasa dan ahli ITE," jelasnya.

"Ancamannya pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi Rp 1 miliar," kata Brigjen Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Dalam kasus ini, Polri menjerat Maaher dengan pasal 45 ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE.

Menurut Awi, Maaher diduga telah melanggar tindak pidana penyebaran ujaran kebencian yang berdasarkan SARA.

"Atas dugaan pelanggaran tindak pidana penyebaran informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," jelasnya.

Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi ditangkap aparat Bareskrim Polri, Kamis (3/12/2020) dini hari.

Dia diduga ditangkap atas pasal penyebaran ujaran kebencian melalui ITE.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Dia membenarkan Maaher ditangkap penyidik di rumahnya di Jakarta.

"Iya benar," kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020). (TribunMataram/ Irsan Yamananda)

BACA JUGA : di Tribunnewsmaker.com dengan judul Istri Sebut Ustaz Maaher Langsung Drop Begitu di Rutan: 'Kepikiran Anak, Kurus Banget Kondisinya'.

Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved