Breaking News:

Terancam Hukuman Mati, Edhy Prabowo :Lebih dari Itu Saya Siap, Tapi Ungkit Jasanya ke Masyarakat

Terlibat suap ekspor benur di tengah pandemi Covid-19, Edhy Prabowo disebut layak dihukum mati.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Terkait ancaman hukuman mati, Edhy Prabowo menunjukkan kesiapannya.

Terlibat suap ekspor benur di tengah pandemi Covid-19, Edhy Prabowo disebut layak dihukum mati.

Dia menyatakan kesiapannya bahkan jika lebih dari hukuman mati sekali pun.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan siap bertanggung jawab termasuk dihukum mati jika terbukti bersalah.

Adapun Edhy merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sekali lagi kalau memang saya dianggap salah, saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab.” Kata Edhy dikutip dari Antara, Senin (21/2/2021).

Baca juga: Prabowo Subianto Murka & Marah Besar Sebut Edhy Prabowo Anak yang Diangkat dari Selokan

Baca juga: 8 Sepeda Kembali Disita, Edhy Prabowo Bantah Berkaitan Suap Benih Lobster : Saya Beli di Amerika

“Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap yang penting demi masyarakat saya,” ucap dia.

Edhy mengatakan, siap bertanggung jawab dan tidak akan lari dari kesalahannya.

Ia mengklaim setiap kebijakan yang diambilnya termasuk soal perizinan ekspor benur semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat.

Andreau Pribadi Staf Khusus Edhy Prabowo kini jadi buron KPK.
Andreau Pribadi Staf Khusus Edhy Prabowo kini jadi buron KPK. (Kolase TribunBogor)

“Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan, saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan," kata Edhy.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved