Breaking News:

Kronologi Ardi Jadi Terdakwa Kasus Salah Transfer BCA Rp 51 Juta, Dikira Komisi Penjualan Mobil

Berikut awal mula Ardi dijadikan terdakwa kasus salah transfer BCA senilai Rp 51 juta.

Editor: Irsan Yamananda
Thickstockphotos via Kompas
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAM.COM - Berikut awal mula Ardi jadi terdakwa kasus salah transfer BCA Rp 51 juta.

Berawal dari petugas yang salah input nomor rekening.

Sementara Ardi mengira uang itu komisi hasil penjualan mobil.

Ardi, seorang makelar mobil asal Surabaya, Jawa Timur, menjadi terdakwa kasus penggelapan uang BCA Cabang Citraland, Surabaya.

Kuasa hukum Ardi Pratama, R Hendrix Kurniawan menjelaskan, awal mula kasus yang menimpa kliennya itu terjadi pada 17 Maret 2020.

Mulanya, pihak BCA melakukan setoran kliring yang tersasar ke rekening Ardi.

Baca juga: BCA yang Salah Transfer Rp 50 Juta, Malah Polisikan Nasabah yang Beritikad Baik Kembalikan Uang

Baca juga: Fakta Lengkap Ria Ricis Heboh Bagikan THR Secara Cuma-cuma di Twitter, Sempat Salah Transfer!

Ilustrasi
Ilustrasi (Thickstockphotos via Kompas)

Pengiriman uang itu dilakukan oleh back office BCA berinisial NK.

NK mengaku salah input nomor rekening yang berbeda dua digit di belakang.

Transfer kliring dari BI sebesar Rp 51 juta masuk ke rekening Ardi.

Namun, Ardi mengira uang itu adalah komisi dari penjualan mobil yang dilakukan.

Baca juga: Kisah Kakek Tuna Rungu Sering Bantu Cuci Piring di Hajatan, Tak Sadar Simpan Berkarung-karung Uang

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved