Breaking News:

Duka Nenek 69 Tahun Lahirkan Bayi Kembar Tapi Diminta 'Paksa' Negara karena Dianggap Tak Mampu Rawat

Ini bukan kali pertama Ibanez menelan pil pahit setelah anak sebelumnya juga bernasib serupa.

(NEWSFLASH via DAILY MAIL)
Mauricia Ibanez (69 tahun) kehilangan hak asuh atas si kembar yang dia lahirkan setelah pengadilan tertinggi Spanyol memutuskan bahwa dia tidak mampu merawat mereka. 

TRIBUNMATARAM.COM - Ibanez, seorang nenek berusia 69 tahun berkahir putus asa setelah anak kembarnya kembali diminta 'paksa' negara.

Ia dinilai tidak mampu mengasuh bayi kembarnya secara optimal lantaran usianya telah senja.

Ini bukan kali pertama Ibanez menelan pil pahit setelah anak sebelumnya juga bernasib serupa.

Seorang wanita berusia 69 tahun kehilangan hak asuh atas anak kembar yang dilahirkannya pada usia 64 tahun. Pengadilan tertinggi Spanyol memutuskan dia tidak mampu merawat mereka.

Mahkamah Agung Spanyol menguatkan putusan 22 April 2020 yang dijatuhkan oleh Pengadilan Provinsi Burgos. Pengadilan memutuskan mengambil si kembar, karena sang ibu dinilai tidak dapat merawat mereka dalam “kondisi optimal.”

Melansir Daily Mail, putusan Mahkamah Agung pada Senin (1/3/2021) mengakhiri pertarungan hukum empat tahun yang dilakukan sang ibu, Mauricia Ibanez.

Wanita itu melahirkan si kembar, Gabriel dan Maria de la Cruz, pada 2017 setelah menjalani perawatan kesuburan di Amerika Serikat (AS).

Pengadilan menyatakan si kembar berada dalam situasi yang “rentan.” Sang ibu dinilai tidak akan mampu merawat mereka dengan benar atau untuk bekerja sama dengan petugas sosial.

Baca juga: Tak Puas Rudapaksa Nenek 70 Tahun, Pemuda Pak Ogah Ini Tenggelamkannya ke Kolam Lalu Gasak Harta

Baca juga: Bayi 9 Bulan Membiru Kaku di Rumah Nenek Ternyata Dibunuh Ibu & Selingkuhan, Dicekoki Ramuan Racun

“Keputusan itu didasarkan pada evaluasi para ahli, bukan karena usia atau kesehatan mental wanita itu,” kata pengadilan, tanpa menjelaskan alasan lebih lanjut.

Sebuah laporan yang dikeluarkan Pengadilan Provinsi Burgos menyatakan keputusan awal mereka terkait “ciri-ciri kepribadian ibu secara signifikan mempengaruhi perkembangan afektif dan psikososial dua bayi itu.”

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved