Breaking News:

Viral Hari Ini

Wali Kota Blitar Nyanyi, Joget, & Bagi Uang di Atas Panggung Tanpa Kenakan Masker: 'Biar Tidak Sepi'

Beredar video viral Wali Kota Blitar nyanyi, joget, dan bagi-bagi uang di atas panggung.

Editor: Irsan Yamananda
Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Hadi
Wali Kota Blitar Santoso 

TRIBUNMATARAM.COM - Beredar video viral Wali Kota Blitar nyanyi, joget, dan bagi-bagi uang di atas panggung.

Sayangnya, ia terlihat tidak mengenakan masker dan menjaga jarak saat melakukan hal tersebut.

Berikut pembelaan dari sang Wali Kota.

Wali Kota Blitar Santoso membuat heboh karena terekam sedang bernyanyi, berjoget dan membagi-bagikan uang tanpa mengenakan masker.

Santoso dan sejumlah orang yang menghadiri acara pun terlihat tak menerapkan jaga jarak.

Meski demikian, Santoso tetap kukuh mengatakan bahwa acara tersebut berjalan sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Moeldoko Ditunjuk Jadi Ketua Umum Baru di KLB Demokrat, Fotonya Cium Tangan SBY Viral di Medsos

Baca juga: Viral Video TKA Tendang Karyawati, Berawal dari Korban Bawa Makan ke Tempat Kerja, Langsung Dipecat

Sebuah tangkapan layar video menunjukkan Walikota Blitar Santoso bernyanyi memegang mikrofon.
Sebuah tangkapan layar video menunjukkan Walikota Blitar Santoso bernyanyi memegang mikrofon. (TANGKAPAN LAYAR)

Acara syukuran pelantikan

Santoso mengakui sosok dalam video tersebar itu adalah dirinya.

Melansir Surya.co.id, Santoso menjelaskan bahwa video itu diambil dalam acara tasyakuran usai dirinya dilantik menjadi Wali Kota Blitar 2021-2023.

Acara mengundang sejumlah relawan pemenangan Pilkada Blitar 2020.

"Itu acara tasyakuran, saya mengundang relawan di Kusumo Wicitro," kata Wali Kota Blitar Santoso, seperti dilansir dari Surya.co.id Sabtu (6/3/2021).

Santoso mengaku, sebetulnya juga menggelar acara tasyakuran bersama santri, namun kegiatan tersebut tidak viral.

Baca juga: Viral Video Wanita Pamer Mobil Dinas Tentara, Ternyata Pelat Nomornya Palsu, Kasuspen TNI: Bodong

Klaim lakukan pembatasan

Meski tampak tak bermasker dan tak menjaga jarak, Santoso tetap mengklaim mematuhi protokol kesehatan.

Sebab dirinya mengaku telah melakukan pembatasan jumlah tamu undangan.

Selain itu, waktu penyelenggaraan juga dibatasi sampai selama dua jam.

"Acaranya hanya dua jam, pukul 20.00 WIB mulai dan pukul 22.00 WIB sudah selesai."

"Acara tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah undangan dibatasi tidak lebih 50 orang," ujar dia.

Biar tidak sepi

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Menurut Santoso, acara bernyanyi hanya sekadar hiburan di sela-sela acara.

Dia menyewa hiburan musik untuk mengisi suasana agar tidak sepi.

"Pas makan-makan, biar tidak sepi, diisi dengan acara elektone," katanya, dikutip dari Surya.

Santoso pun terekam menyanyikan lagu berjudul Kehilangan sambil membagi-bagikan uang.

Video 4 menit 28 detik

Aksi wali kota tersebut viral lewat sebuah video berdurasi 4 menit 28 detik.

Ada sekitar 10 orang di atas panggung yang tidak mengenakan masker. Ada juga yang saling berpelukan.

Hanya terlihat satu orang mengenakan masker, yakni orang di belakang Santoso.

Pada detik ke-30, dua perempuan menyusul naik ke panggung lalu satu di antaranya bernyanyi dan berduet dengan Santoso.

Jelang menit ketiga, Santoso memutar badan dan menghampiri tiga perempuan yang berjoget di belakangnya, sambil memberikan sejumlah uang.

Ia juga menyodorkan uang pada perempuan yang sempat berduet bersamanya.

Kasus Viral Lain

Video viral di media sosial, dugaan kekerasan di lingkungan pabrik dilakukan oleh tenaga kerja asing (TKA) asal Korea terhadap karyawan lokal.

Kejadian tersebut terjadi di PT Taekwang, diperkirakan pada hari Kamis (4/3/2021).

Pihak PT Taekwang yang sebelumnya tutup mulut, akhirnya angkat bicara soal video tersebut.

Baca juga: Viral Video Arisan Ulang Tahun, Setiap Anggota Sumbang Kado Uang Rp 1 Juta, Ini Cerita di Baliknya

Baca juga: Kasus Video Viral Wanita Pamer Mobil Dinas Tentara: Beli Pelat Palsu Rp 1,5 Juta, Untuk Gaya-gayaan

Video Viral TKA Asal Korea Marah Tendang Karyawan Lokal di PT Taekwang Subang
Video Viral TKA Asal Korea Marah Tendang Karyawan Lokal di PT Taekwang Subang (Istimewa)

Manajeman PT Taekwang Epi Slamet menyampaikan, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Kasus Kekerasan (TPKK) PT Taekwang sebagaimana informasi yang beredar terkait aktivitas kekerasan dalam video tersebut, ia membenarkan adanya tindak kekerasan tersebut.

Kendati demikian, dijelaskan Epi, insiden tersebut terjadi saat dilakukan patroli protokol kesehatan dan penegakan disiplin terhadap peraturan perusahaan.

"Aturan tersebut di antaranya ada larangan makan di tempat kerja, dan oknum yang melakukan tindak kekerasan tersebut, mendapati salah satu karyawan sedang makan pada hari Kamis kurang lebih sekira pukul 18.00 WIB,” katanya kepada awak media di PT Taekwang, Jumat (5/3/2021).

Ia menjelaskan, TKA tersebut mendapati ada karyawan yang sedang membawa makanan di tempat kerja, lantas langsung menegur karyawan yang bersangkutan. Namun dalam peneguran tersebut terjadi kesalahpahaman dari karyawan.

Baca juga: Videonya Makan Bareng Pria Diduga Stefan William Viral, Natasha Wilona Langsung Berikan Bantahan

"Karena tidak sesuai dengan harapan, TKA tersebut proaktif dan bertindak di luar kontrol, ia sempat menyepak makanan karyawan tersebut, secara tidak disengaja makanan tersebut mengenai badan karyawan yang sedang ia tegur,” paparnya.

Mengenai oknum TKA tersebut, Epi menjelaskan, kini pihak manajeman PT Taekwang telah memberikan sikap tegas kepada TKA tersebut.

Kronologi TKA Tendang Karyawati, Langgar Aturan Makan di Tempat Kerja dan Bertindak di Luar Kontrol
Kronologi TKA Tendang Karyawati, Langgar Aturan Makan di Tempat Kerja dan Bertindak di Luar Kontrol (YouTube/ TribunJabar)

"Atas insiden tersebut manajemen telah mengambil tindakan tegas kepada TKA yang bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku. Saya nyatakan pada hari ini Jumat 5 Maret 2021 manajemen telah menerbitkan Surat Keputusan pemutusan hubungan kerja kepada yang bersangkutan, bahkan pada hari yang sama yang bersangkutan telah meninggalkan fasilitas pabrik," kata Epi.

Epi mengatakan secara pribadi TKA tersebut telah mengakui kesalahannya.

"Sempat meminta maaf atas perbuatannya, dia juga menerima konsekuensi pemutusan hubungan kerja tersebut,” katanya.

Masih disampaikan Epi, perusahaan menghargai dan melindungi hak dasar kemanusiaan secara universal. 

“Perusahaan juga secara intensif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada semua karyawan baik tenaga kerja asing maupun lokal dalam upaya pencegahan tindak kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," kata Epi. 

Mengenai kondisi karyawan yang mendapat tindakan kekerasan, kata Epi, manajemen telah bertemu dengan karyawan tersebut.

Menurut Epi, karyawan tersebut menyambut baik keputusan perusahaan yang menindak secara tegas dan memberhentikan pelaku.

"Dia juga sudah legowo, dan mengapresiasi tindakan kami yang sudah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada TKA tersebut," ujarnya.

Ketika Tribun menghubungi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang selaku instansi terkait, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani | Editor : Dheri Agriesta) Surya.co.id

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Joget Sambil Bagi-bagi Duit Tanpa Masker, Wali Kota Blitar: Biar Acara Tidak Sepi".

BACA JUGA : di Tribunnewsmaker.com dengan judul Wali Kota Blitar Nyanyi, Joget, & Bagi Duit di Atas Panggung Tanpa Kenakan Masker: 'Biar Tidak Sepi'.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved