Breaking News:

Curiga Ada yang Curi Sapinya, Pria Ini Tebas Orang yang Masuk ke Kandang, Kaget Saat Tahu Sosoknya

Seorang pria di Timor Tengah Selatan curiga ada yang mau mencuri sapunya. Ia kemudian menebas orang yang masuk ke kandang.

Regional Kompas.com
Ilustrasi 

Berikut 7 fakta terkait pembunuhan berantai di Bogor, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Tribunnews Bogor dan Kompas.com:

1. Lakukan pembunuhan dalam rentang waktu dua pekan

Baca juga: Raut Tenang Pembunuh Berantai Bogor, Tekuk Badan Korban ke Plastik & Tas Gunung : Gak Sampai 5 Menit

Mengutip dari Kompas.com, pembunuhan ini terungkap setelah tim gabungan Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, dan Direktorat Reserse Krinimal Umum Polda Jabar bekerja sama melakukan penyelidikan.

Korban pertama merupakan anak di bawah umur yang ditemukan tewas terbungkus plastik di Kota Bogor pada 25 Februari 2021.

Setelah itu, MRI kemudian menghabisi EL yang juga kenalannya di media sosial.

Perempuan dewasa ini juga ditemukan tewas dalam kondisi berdarah di bagian mulutnya. Jenazahnya ditemukan di Kabupaten Bogor pada 10 Maret 2021.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo mengatakan, MRI membunuh dua teman kencannya dalam rentang waktu dua pekan di sebuah penginapan di kawasan Puncak.

"Antara kejadian pertama dengan kejadian yang kedua dari 25 Februari sampai dengan tanggal 10 Maret itu ada sekitar dua minggu," kata Susatyo, seperti dikutip dari Tribunnews Bogor.

Dari hasil keterangan pelaku yang diterima polisi, pelaku menghabisi nyawa korbannya di sebuah penginapan.

Kedua korbannya dihabisi di penginapan yang sama dengan waktu dan kamar yang berbeda.

"Di sebuah penginapan daerag puncak, dua-duanya (dibunuh) ditempat yang sama hanya beda kamar," tambahnya.

2. Berawal dari media sosial

Baca juga: Misteri Mayat Siswi SMA Dalam Plastik Sampah di Bogor: Terakhir Pamit Belajar hingga Pengakuan Saksi

Dikutip dari Tribunnews Bogor, sebelum melancarkan aksinya, MRI terlebih dahulu mengajak berkenalan korban-korbannya dengan jurus rayuan manis.

Dengan mengiming-imingi uang, MRI merayu korbannya untuk diajak bertemu.

"Modusnya sama yaitu berkenalan melalui media sosial kemudian mereka berjumpa dengan iming-iming uang dan sebagainya."

"Diajak jalan-jalan ke daerah puncak kemudian sampai di puncak selesai berkencan dihabisi nyawanya dengan mencekik, ini sesuai dengan hasil autopsi," kata Susatyo.

3. Sengaja memilih perempuan muda

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memang sengaja memilih perempuan yang masih berusia muda.

"Jadi dari dua ini motifnya masih sama supaya bisa berkencan dan juga menikmati korbannya kemudian melakukan pembunuhan dengan sasarannya perempuan maka sasarannya yang mudah dia kuasai," ujar Susatyo.

Setelah membunuh korbannya, pelaku mengambil barang berharga milik para korban.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti handphone dan uang hasil penjualan handphone serta kalung emas milik korban.

4. Jasad korban ditekuk agar muat masuk tas

Setelah menghabisi nyawa korbannya, pelaku kemudian membungkus jasad korban dengan cara menekuk badan keorban ke dalam plastik lalu memasukkannya ke tas carrier atau ransel gunung.

Menurut pengakuan MRI, ia memikul tas besar tersebut menggunakan motor ke lokasi pembuangan yang masing-masing berbeda waktu dan tempat.

Tanpa rasa bersalah, MRI menarik jasad korban dari dalam tas gunung tersebut, lalu membuangnya begitu saja di tempat terbuka.

Menurut Susatyo, pembunuhan pertama dibungkus plastik, sedangkan yang kedua hanya dimasukkan ke dalam tas.

Dua lokasi pembuangan mayat tersebut sengaja di pinggir jalan yang muda diketahui masyarakat.

"Untuk pembunuhan yang pertama (DP) menurut tersangka itu datang secara tiba-tiba (keinginan membunuh), tetapi pembunuhan yang kedua (EL) itu dipersiapkan," kata dia seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Story WA Nissa Sabyan Tersebar, Sang Ayah Ngaku Putrinya di Bogor, Tetangga Bongkar Fakta Sebenarnya

5. Pelaku menikmati momen meninggalnya korban

Dikutip Tribunnews.com dari Tribunnews Bogor, Susatyo mengatakan, bahwa kasus ini merupakan pembunuhan berantai atau serial killer.

"Ini adalah termasuk kaitan dengan serial killer atau pembunuhan berantai," kata dia.

Menurut Susatyo, pelaku memiliki kecenderungan menikmati aksi yang dilakukannya itu.

"(Pelaku) ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya korban tersebut," terangnya.

6. Pelaku mengaku benci perempuan

Masih dari Tribunnews Bogor, pelaku mengurai pengakuan yang mengejutkan perihal alasannya membunuh dua perempuan muda.

Dengan ekspresi tenang, Rian menyebut bahwa kebenciannya terhadap perempuan adalah motif utama dirinya membunuh dua korbannya.

Pengakuan pelaku itu diketahui dari sebuah video berdurasi singkat yang beredar di media sosial.

"Kenapa kamu bunuh?" tanya perekam.

"Saya benci sama perempuan," kata pelaku dengan wajah tenang.

Lebih lanjut, pelaku mengaku awal perkenalannya dengan dua korbannya itu adalah melalui jalur open BO.

Pelaku mengaku membayar Rp 1 juta untuk menggunakan jasa open BO tersebut.

"(Kenal lewat) open BO, bayar Rp 1 juta," aku pelaku.

Baca juga: Misteri Penemuan Mayat Siswi SMA Dalam Plastik Sampah di Bogor, Korban Terakhir Pamit untuk Belajar

7. Positif narkoba

Susatyo menjelaskan, pelaku juga diketahui positif menggunakan narkoba jenis pil ekstasi inex berdasarkan hasil tes urine.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa MRI melakukan perbuatan kejinya dalam keadaan sadar.

"Pelakunya tunggal, dilakukan secara sadar dan dari hasil interogasi bahwa tersangka tidak jera dengan pembunuhan yang pertama," kata dia.

Sebelum ditangkap, lanjut Susatyo, pelaku sempat melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat persembunyian.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan di Jakarta Selatan sampai di Indramayu.

"Tersangka ditangkap di tempat persembunyian terakhirnya di kosannya wilayah Depok, hasil keterangan 15 saksi yang diperiksa," terangnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho/Khairunnisa/Naufal Fauzy, Kompas.com/Afdhalul Ikhsan) (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 7 Fakta Pembunuhan Berantai di Bogor: Selisih 2 Pekan, Pelaku Sengaja Memilih Perempuan Muda dan di Kompas.com dengan judul "Pria Ini Menyerahkan Diri Setelah Bunuh Kenalan yang Diduga Curi Sapi, Jalan Kaki 5 Jam ke Polsek"

Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved