Laporan ke Andi Mallarangeng Ditolak, Kubu Moeldoko Geram Sampai Minta Penyidik Polda Metro Dicopot

Kubu Moeldoko dibuat geram. Laporannya terhadap Andi Mallarangeng ditolak oleh pihak berwajib.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.com/Dian Erika
Moeldoko di Kantor Kemenko-PMK, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNMATARAM.COM - Kubu Moeldoko dibuat geram. Laporannya terhadap Andi Mallarangeng ditolak oleh pihak berwajib.

Karena kesal, mereka sampai minta penyidik Polda Metro dicopot.

Partai Demokrat kubu dari Moeldoko tampaknya marah besar.

Hal itu tak lepas dari ditolaknya laporan mereka terhadap Andi Mallarangeng ditolak.

Kepala Komunikasi Publik Partai Demokrat kubu Moeldoko, Razman Arif Nasution mengungkapkan rasa jengkelnya saat menyambangi Mapolda Metro Jaya.

Hal itu lantaran laporan pihaknya terhadap politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng tak diterima kepolisian.

Baca juga: Sindir Tergoda oleh Kekuasaan? ke Moeldoko, Ini Profil Dipo Alam, Pernah Diberi Kepercayaan SBY

Baca juga: Kenang Momen Selamati Moeldoko, Dipo Alam Kecewa Eks Panglima TNI Khianati SBY Kehormatan Pupus

Moeldoko di Kantor Kemenko-PMK, Senin (6/1/2020).
Moeldoko di Kantor Kemenko-PMK, Senin (6/1/2020). (KOMPAS.com/Dian Erika)

Alasannya, untuk kasus UU ITE, kini penyidik disebut memiliki SOP baru yang diterbitkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Ingat UU ITE ada Pasal 27 nomor 11 tahun 2008, perubahan UU ITE Pasal 45 nomor 19 tahun 2016. Ini UU. Yang disampaikan Kapolri itu imbauan. Tidak boleh lebih tinggi edaran Kapolri daripada UU. Kecuali UU itu nanti direvisi DPR bersama pemerintah. Barulah berlaku. Apalagi SOP," kata Razman di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/3/2021).

Dirinya pun mengaku sempat berdebat dengan penyidik bernama Kompol Khaerudin.

Perdebatannya yakni seputar SOP dan laporan yang akan dibuatnya menyangkut mantan Menpora tersebut.

"Pertanyaan saya kalau memang benar ada SOP, karena saya datang bawa surat kuasa, saya bawa bukti, saya tanya SOP-nya, Khairudin malah lari itu tadi, keluar dari ruangan, enggak sanggup debat sama saya keluar dari ruangan," tambahnya.

Baca juga: Moeldoko Dinilai Sulitkan Jokowi dengan Kudeta AHY, Presiden Masih Diam Saja : Beban Istana

Dirinya pun meminta agar penyidik tersebut dicopot dari jabatannya.

Dia mengeluh lagi karena pelayanan Polri yang dinilainya berbeda sejak era-era sebelumnya.

"Cabut dia. Begitu pelayanan? Itu mempermalukan. Debat sama saya. Dia penegak hukum, saya penegak hukum," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved