Kisah Lengkap Rombongan Mensos Tri Rismaharini Dimarahi Orang Rimba Saat Blusukan, Gara-gara Foto

Rombongan Mensos Tri Rismaharini dimarahi orang Rimba saat blusukan. Rupanya, semua gara-gara foto.

Editor: Irsan Yamananda
kolase tribunnewsmaker
Mensos Tri Rismaharini 

TRIBUNMATARAM.COM - Rombongan Mensos Tri Rismaharini dimarahi orang Rimba saat blusukan.

Rupanya, semua gara-gara foto.

Berikut ulasan selengkapnya.

Kejadian tak terduga terjadi saat rombongan Menteri Sosial Tri Rismaharini menyambangi kampung Orang Rimba, tepatnya di Desa Jelutih, Kabupaten Batanghari Jambi, Rabu (10/3/2021).

Pasalnya rombongan Mensos ini dimarahi perempuan Orang Rimba, karena memotret para perempuan Orang Rimba.

Tradisi Orang Rimba melarang para perempuan untuk difoto, baik saat sendiri maupun di tempat umum.

Baca juga: Tri Rismaharini Ceritakan Penolakan Mahasiswa Papua di Surabaya yang Ingin Ditemuinya

Baca juga: 6 Fakta Tweet Marco, Anggota TGUPP Anies Baswedan yang Diduga Beri Sindiran untuk Tri Rismaharini

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengunjungi kelompok Orang Rimba Sungai Terap di Desa Jelutih, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengunjungi kelompok Orang Rimba Sungai Terap di Desa Jelutih, Kabupaten Batanghari, Jambi. (KOMPAS.com/SUWANDI)

Tradisi ini membuat proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Orang Rimba di Jambi jadi terhambat.

Butuh lobi khusus agar perempuan Orang Rimba boleh difoto, dalam rangka perekaman data kependudukan tersebut.

Kelompok Orang Rimba Sungai Terap misalnya, sampai melakukan rapat adat untuk memutuskan untuk membolehkan perempuan Orang Rimba difoto, untuk data perekaman kependudukan itu.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Mensos Risma) pun datang menemui Orang Rimba di Desa Jelutih, Kabupaten Batanghari Jambi, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Tri Rismaharini Beri Reaksi Soal Sampah Ibu Kota, Ini Beda Pengelolaan Sampah di Jakarta & Surabaya

Mensos Risma khusus datang secara mendadak untuk melihat perekaman data kependudukan Orang Rimba.

"Awalnya mereka menolak."

"Adat melarang para perempuan difoto dan berinteraksi dengan orang luar," kata Manager Komunikasi Warsi Jambi Sukma Reni melalui pesan singkat, (15/3/2021).

Penolakan ini dengan alasan ada denda adat yang bakal diberlakukan apabila memfoto Orang Rimba tanpa izin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved