Breaking News:

BWF Cuma Minta Maaf Lewat Sepucuk Surat, Tim Indonesia Kecewa : Gak Segampang Itu, Harus Diperjelas

Sakit hati diperlakukan semena-mena bahkan dipaksa meninggalkan hall pertandingan tanpa fasilitas, kini BWF meminta maaf hanya lewat sepucuk surat.

(Badmintonphoto/Yohan Nonotte)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ketika menghadapi Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen pada laga babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (17/3/2021) malam WIB. 

Terlebih, dalam prosesnya, terdapat beberapa fakta yang membuat tim Indonesia terkesan mendapat perlakuan tidak adil, baik dari BWF maupun pihak penyelenggara All England 2021.

Setelah insiden ini menjadi kisruh dan memancing amarah pencinta bulu tangkis Tanah Air hingga Pemerintah Indonesia, BWF pun melayangkan permohonan maaf.

Namun, tim Indonesia tampak belum puas dengan permohonan maaf dari BWF tersebut.

Adapun ketidakpuasan itu diutarakan oleh Marcus Fernaldi Gideon yang mewakili rekan-rekannya dalam konferensi pers, Senin (22/3/2021) malam WIB.

Tim Indonesia untuk <a href='https://mataram.tribunnews.com/tag/all-england-2021' title='All England 2021'>All England 2021</a> telah sampai di Indonesia pada Senin (22/3/2021) malam WIB.

Tim Indonesia untuk All England 2021 telah sampai di Indonesia pada Senin (22/3/2021) malam WIB.(Tangkapan layar YouTube Kemenpora)

Konferensi pers tersebut digelar untuk menyambut kedatangan tim Indonesia yang sempat tertahan beberapa hari di Inggris karena peratuan pemerintah setempat terkait Covid-19.

Dalam pernyataannya, Marcus Fernaldi Gideon menilai BWF seharunya memberi pertanggungjawab yang lebih konkret, bukan sekadar meminta maaf.

"Kalau menurut saya, harusnya masalah ini diperjelas karena kami sudah persiapan buat Olimpiade," kata Marcus, dikutip dari Kompas.com dengan judul "Tim Indonesia Tak Puas dengan Permohonan Maaf BWF soal Kisruh All England"

"Takutnya nanti ada apa-apa, BWF lepas tangan lagi, tiggal kasih surat permintaan maaf, beres," ujar Marcus.

"Maksudnya biar ada pertanggungjawaban. Kemarin kan benar-benar terlihat ketidakadilannya menurut saya dan teman-teman semua."

"Jadi harus diperjelas dan gak segampang itu bilang minta maaf," tutur rekan duet Kevin Sanjaya di nomor ganda putra itu.

Setelah itu, Greysia Polii yang juga berbicara dalam konferensi pers menjelaskan lebih rinci soal pertanggungjawaban yang seharusnya dilakukan BWF.

Menurut Greysia Polii, BWF seharusnya menjalankan peran sebagai pelindung bagi para atlet.

"Pertanggungjawabannya itu gini, kami sebagai orang yang pergi ke sana (Inggris), dan NHS sebagi orotitas kesehatan, mereka punya aturan itu, ya kami harus menuruti itu," kaat Greysia.

"Akan tetapi, BWF sebagai pelindung kami, atletnya dia, asetnya dia juga, itu harus bisa lebih bertanggung jawab dalam menangani respons awal mereka seperti mungkin tindakan yang langsung mengeluarkan kami dari Hall."

"Itu hal-hal yang semestinya harus ada perbincangan dua arah dulu, jangan sampai memutuskan dalam satu arah."

"Mereka kemarin memutuskan sendiri tanpa ada pembicaraan dengan pihak Badminton Indonesia," imbuh Greysia.

"Itu yang kami minta. Kalau bisa, next time, BWF harus lebih bisa komunikasi dua arah karena ada NHS, ada aturan di Inggris yang mereka harus patuhi, dan ada kami yang harus mereka lindungi sebenarnya," tutur Greysia.

"Jadi, menurut saya, BWF harus lebih bijak, dan kasih kejelasan, kasih hal-hal apa yang kami mau sebagai atletnya sehingga atlet juga merasa aman di bawah naungan BWF," kata Greysia menjelaskan. (Kompas.com/ Benediktus Agya Pradipta)

#AllEngland #bulutangkis #covid-19  #BWF

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved