Breaking News:

Ramadhan 2021

Bolehkah Kita Mengerjakan Salat Tahajud Setelah Witir? Berikut Penjelasan Lengkap Ustaz Abdul Somad

Bolehkah umat muslim mengerjakan salat tahajud setelah witir di tarawih? Mengenai hal ini, Ustaz Abdul Somad angkat bicara.

Editor: Irsan Yamananda
Surya.co.id
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNMATARAM.COM - Bolehkah umat muslim mengerjakan salat tahajud setelah witir di tarawih?

Mengenai hal ini, Ustaz Abdul Somad angkat bicara.

Berikut penjelasan selengkapnya.

Banyak umat Muslim yang membutuhkan penjelasan, apakah boleh menjalankan shalat tahajud setelah melakukan shalat witir?

Mereka ingin tetap memaksimalkan ibadah diakhir malam, setelah pada awal malam melaksanakan shalat tarawih dan witir secara berjamaah.

Padahal berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749).

Tata Cara & Keutamaan 2 Rakaat Salat Dhuha Tiap Hari Bulan Ramadhan 2021, Serta Doa Perlancar Rezeki

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H Kota Mataram NTB untuk Hari Rabu 14 April 2021, Subuh Jam Berapa?

Ilustrasi
Ilustrasi (IMG.org)

Berdasarkan penjelasan Ustadz Abdul Somad, umat islam masih boleh melaksanakan salat tahajud setelah sebelum tidur melaksanakan salat witir.

Jika diberi kesehatan Allah, kesempatan bangun boleh salat tahajud.

Deretan Ucapan Sambut Ramadhan 1442 H Tahun 2021 untuk Update Story WhatsApp, Instagram & Facebook

Namun jangan salat witir lagi.

"Salat witir kan ganjil (3), nanti kalau salat witir lagi (3) jadinya genap (6)," ungkap ustadz Abdul Somad.

Mengutip dari Tribunsolo.com dengan judul Bolehkah Mengerjakan Salat Tahajud Setelah Salat Witir? Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad Ini!, apa dalil yang memperbolehkan kita salat lagi setelah melaksanakan witir?

1. Hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau menceritakan shalat malamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثم يقوم فيصلي التاسعة , ثم يقعد فيذكر الله ويمجده ويدعوه, ثم يسلم تسليماً يسمعنا , ثم يصلي ركعتين بعد ما يسلم وهو قاعد

“Kemudian beliau bangun untuk melaksanakan rakaat kesembilan, hingga beliau dudu tasyahud, beliau memuji Allah dan berdoa. Lalu beliau salam agak keras, hingga kami mendengarnya. Kemudian beliau shalat dua rakaat sambil duduk.” (HR. Muslim 746).

2. Hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah melakukan safar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

إِنَّ هَذَا السَّفَرَ جُهْدٌ وَثُقْلٌ، فَإِذَا أَوْتَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ وَإِلَّا كَانَتَا لَهُ

“Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah shalat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajud), jika tidak bangun, dua rakaat itu menjadi pahala shalat malam baginya.” (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-‘Adzami).

Amalan Harian Pendulang Pahala & Ampunan Selama Ramadhan 2021

Berikut 5 amalan untuk memperbanyak pahala di bulan Ramadhan:

1. Membaca Alquran

Membaca Alquran di bulan Ramadhan akan mendapat pahala berlipat ganda di banding bulan lainnya.

 Masya Allah, Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan 1442 H, Obral Ampunan & Pahala, Dapat Curahan Rahmat

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan.

Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.

Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf; trtapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf," (HR. Timidzi).

2. Mendekatkan Diri atau Itikaf

Selama bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan mendekatkan diri kepada Allah.

 Bolehkah Keramas Siang Hari di Bulan Ramadhan 1442 H Tahun 2021? Simak Penjelasan Imam Al-‘Imrani

Waktu untuk beritikaf yang utama adalah 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

3. Bersedekah

Memperbanyak sedekah juga bisa menambah pahala di bulan Ramadhan.

Menurut hadist riwayat Bukhori, "Rasulullah SAW merupakan orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, beliau semakin dermawan saat berada di bulan ramadhan."

Sedekah di bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan cara memberikan makanan buka puasa untuk orang-orang yang berpuasa.

4. Berdzikir

Berdzikir juga meripakan amalan yang bisa menambah pahala saat puasa Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia seperti dikutip dari Tribunjateng.com dengan judul Amalan-amalan yang Memperbanyak Pahala di Bulan Ramadhan 2021.

Sebaiknya waktu tersebut digunakan untuk berdzikir dan berdoa.

Berdzikir bisa menenangkan hati.

Dalam Alquran surat Ar-Radu' ayat 28 dijelaskan:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berdzikir. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram."

5. Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya dikerjakan selama bulan Ramadhan.

Ibadah ini juga memberikan pahala berlipat ganda bagi yang mengerjakannya.

Bolehkah Keramas Siang Hari di Bulan Ramadhan 1442 H Tahun 2021?

Menjaga kebersihan tubuh merupakan suatu keharusan bagi seluruh umat Muslim.

Meski begitu, saat di bulan Ramadhan, kita harus memperhatikan bagaimana cara membersihkan badan atau mandi saat siang hari.

Mulai dari gosok gigi hingga keramas masih menimbulkan pertanyaan terkait aturan boleh tidaknya hal tersebut dilakukan.

 Masya Allah, Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan 1442 H, Obral Ampunan & Pahala, Dapat Curahan Rahmat

 Dzikir Pagi & Petang Serta Doa Berbuka Puasa Hari Pertama 1 Ramadhan 1442 H, Selasa 13 April 2021

Ilustrasi
Ilustrasi (Kohler.com)

Bahkan berdasarkan pendapat beberapa golongan, saat berpuasa tidak diperbolehkan untuk keramas atau mencuci rambut karena dikhawatirkan dapat membatalkan puasa.

Benarkah pendapat tersebut?

Dilansir TribunPalu.com dari dalamislam.com, berikut penjelasan mengenai hukum berkeramas di siang hari.

Hukum Keramas saat Puasa

 Marhaban Yaa Ramadhan 1442 H, 5 Lafal Dzikir yang Dibaca selama Puasa, Perberat Timbangan Pahala!

Sebagian orang beranggapan bahwa kita seharusnya menghindari atau menjauhi hal yang dapat mengurangi pahala puasa atau sahnya puasa seperti berkeramas saat berpuasa.

Ilustrasi Handuk mandi
Ilustrasi mandi (tribunnews.com)

Meski demikian, pendapat tersebut masih bisa dibantah karena tidak ada dalil yang jelas yang melarang seseorang untuk berkeramas saat puasa.

Hal tersebut tidak akan membatalkan puasa, jika dilakukan dengan cara dan ketentuan yang sesuai syariat Islam.

Oleh karena itu, keramas diperbolehkan untuk dilakukan atau memiliki hukum mubah.

Beberapa dalil yang mendukung pernyataan hukum keramas saat puasa tersebut adalah sebagai berikut

1. Rasulullah menyiramkan air ke kepalanya saat berpuasa

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَرْجِ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ، وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطَشِ، أَوْ مِنَ الْحَرِ

“Sungguh aku menyaksikan Rasulullah Shallallhu ‘Alayhi wa Salam di ‘Araj menyiramkan air keatas kepalanya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena dahaga dan panasnya cuaca” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Hadis tersebut dengan jelas menggambarkan bahwa Rasulullah SAW sendiri mandi saat siang hari dan mendinginkan kepalanya dengan menyiramkan air.

2. Rasulullah mandi junub ketika waktu subuh

 Tata Cara Mandi Wajib untuk Sucikan Diri Sebelum Puasa Ramadhan 1442 H Besok, Ini Lafal Niatnya

وكان ابْنُ عُمَرَ -رضى الله عنهما- بَلَّ ثَوْبًا ، فَأَلْقَاهُ عَلَيْهِ، وَهُوَ صَائِمٌ

Ibn Umar radliallahu ‘anhuma pernah membasahi pakaiannya dan beliau letakkan di atas kepalanya ketika sedang puasa.

Diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Ibnu Umar meletakkan kain basah dikepalanya saat berpuasa dengan tujuan untuk mendinginkan kepalanya panas.

Mendinginkan kepala seperti ini disamakan dengan menyiramnya dengan air atau mandi.

3. Pendapat Imam Al-‘Imrani dalam kitab Al Bayan

Dalam kitab Al bayan Imam Al Imrani berpendapat bahwa orang yang berpuasa boleh menyiramkan air diatas kepalanya, berendam serta menyelam dalam air selama air tersebut tidak masuk dalam kerongkongannya.

Hal tersebut juga berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah melakukan mandi junub saat subuh dan melanjutkan berpuasa sebagaimana biasanya.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut maka hukum keramas saat puasa adalah dibolehkan atau mubah seperti dikutip dari  Bagaimana Hukum Keramas di Siang Hari saat Ramadhan? Ini Cara yang Benar agar tak Membatalkan Puasa.

Seseorang bisa keramas saat pagi hari atau siang hari namun tentunya dengan memperhatikan ketentuannya.

Adapun sebagai umat Muslim tidak diperbolehkan untuk melarang sesuatu yang menurut hukum Islam diperbolehkan dan sebaliknya tidak boleh membolehkan perkara yang dilarang dalam agama.

 Haid di Hari Pertama Puasa Ramadhan 1442 H Tetap Bisa Dapat Pahala, Lakukan Amalan Pengganti Ini

Tata Cara Keramas Saat Puasa

1. Berkeramas bisa dilakukan kapan saja saat berpuasa namun lakukan hal tersebut dengan hati-hati dan pelan-pelan agar tidak ada air yang masuk ke mulut atau lubang tubuh lainnya.

2. Jika tetap ragu untuk melakukan keramas saat puasa ada baiknya untuk menunda waktu keramas hingga waktu buka puasa tiba atau setelah malam.

3. Jika perlu mandi dan berkeramaslah di antara waktu shalat maghrib dan shalat isya dan sebelum melakukan shalat tarawih.

4. Saat berkeramas terutama di siang hari sebaiknya hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan jangan dengan sengaja memasukkan air lewat mulut atau lubang tubuh lainnya karena hal tersebut dapat membatalkan puasanya. (TribunJateng/ Wahyu Ardianti Woro Seto) (TribunSolo/ Rika apriyanti)

BACA JUGA : di Tribunnewsmaker.com dengan judul Bolehkah Kita Tahajud Usai Witir di Ramadhan 2021? Ustaz Abdul Somad Membolehkan, Tapi Ada Syaratnya.

#UstazAbdulSomad #Ramadhan2021 #salattahajud

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved