Disomasi SBY, Kubu Moeldoko Sebut 'Dagelan Konyol' : Lagi Dikejar Karma Luar Biasa

Kubu Moeldoko ini juga menganggap langkah SBY mensomasi mereka tidak lah tepat.

(Tribun Medan/Danil Siregar)
Nazaruddin saat menghadiri KLB Demokrat 

"Kami sangat yakin dan percaya, tak ada lagi masyarakat yang percaya dengan intrik atau model drakor ala kubu SBY," tutur dia.

Seolah tak ambil pusing dengan somasi terbuka itu, pihaknya kemudian berpesan agar SBY tidak lagi membuat intrik atau dagelan.

Sebab, kata dia, hal itu justru malah menjadi bahan tertawaan di masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, tim advokasi Partai Demokrat melakukan somasi terbuka kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko serta nama-nama lainnya yang menjadi peserta KLB Deli Serdang.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, lewat somasi tersebut, pihaknya menegur Moeldoko dkk tidak melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengatasnamakan diri sebagai Partai Demokrat, dikutip dari Kompas.com dengan judul "Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa"

"Kami menegur Para Tersomir untuk menghentikan segala bentuk perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud di atas, dengan seketika, sejak somasi ini disampaikan," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin (19/4/2021).

Herzaky juga menegaskan, apabila kubu KLB masih menggunakan atribut, berbicara, membuat pernyataan mengatasnamakan diri sebagai Partai Demokrat, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum.

Kubu Moeldoko Sempat Minta SBY Buat Partai Baru

Meski sudah kalah telak setelah pemerintah menolak mengesahkan KLB Demokrat 'abal-abal', kubu Moeldoko belum menyerah.

Melalui juru bicaranya, Muhammad Rahmad, kubu Moeldoko meminta SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk membentuk partai baru saja.

Tentu saja, pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh Partai Demokrat.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lukmani menilai pernyataan itu hanya lah sebuah sensasi.

Pernyataan itu dilakukan semata-mata agar kubu Moeldoko mendapatkan perhatian masyarakat.

Baca juga: Tak Cuma Asal Begal, AHY Minta Moeldoko Bangun Partai Jika Mau Terjun Politik : Bukan Enaknya Aja

Baca juga: Yasonna Laoly Sakit Hati Dituduh AHY Berpihak pada Demokrat Kubu Moeldoko : Dongkol Banget

"Gerombolan KLB abal-abal pasca-penolakan pengesahan hasil KLB oleh Menkumham terus-menerus membuat sensasi untuk mencari perhatian, memutarbalikkan fakta seolah memiliki legal standing dan legitimasi atas apa yang disampaikannya," kata Kamhar, dikutip TribunMataram.com dari Tribunnews.com, Selasa (6/4/2021).

Kamhar juga menyinggung soal status Rahmad yang tak memiliki hak bicara setelah mundur dari keanggotaan Partai Demokrat sejak 2013.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved