Breaking News:

Kapal Selam KRI Nanggala Hilang Kontak

HOAX KRI Nanggala 402 Tenggelam karena Kelebihan Muatan, Biasa Bawa 57 Awak & 8 Torpedo

Banyaknya narasi yang menyebutkan Nanggala-402 tenggelam karena kelebihan muatan dibantah tegas.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS
Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. 

TRIBUNMATARAM.COM - KRI Nanggala tidak tenggelam karena kelebihan muatan, ini batas muatan yang mampu dibawa KRI Nanggala-402.

Banyaknya narasi yang menyebutkan Nanggala-402 tenggelam karena kelebihan muatan dibantah tegas.

Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAL Laksamana Muda Muhammad Ali membantah dugaan yang menyebut kapal selam KRI Nanggala-402 kelebihan kapasitas dan muatan.

"Menanggapi beberapa pengamat, media yang menyampaikan bahwa kapal selam KRI Nanggala ini kelebihan muatan atau kelebihan personel pengawak, ini sama sekali tidak benar dan berdasar," kata Ali dalam konferensi pers, Selasa (27/4/2021).

Menurut Ali, kapal tersebut sudah biasa mengangkut 50 personel awak kapal ditambah satu regu pasukan khusus beranggotakan tujuh orang personel saat menjalankan tugas penyusupan.

Sementara itu, saat KRI Nanggala-402 tenggelam, hanya ada 53 orang awak yang berada di kapal selam nahas tersebut.

Baca juga: Tangis Istri Serda Eta Misnari Baca Chat Terakhir Suami Sebelum Tenggelam : Jangan Lupakan Sholat

Baca juga: Dika Lolos TNI setelah 2 Kali Gagal, Tulang Punggung Keluarga Itu Kini Gugur bersama Nanggala402

Di samping itu, saat kecelakaan terjadi, KRI Nanggala-402 hanya membawa tiga buah torpedo.

Padahal, kapal selam itu didesain membawa 8 torpedo. Adapun satu buah torpedo beratnya mencapai 2 ton.

"Jadi pernyataan yang menyampaikan bahwa kapal selam ini kelebihan muatan sama sekali tidak berdasar dan mungkin belum berpengalaman," ujar Ali.

Ia pun menekankan, kapal selam itu sudah berlayar bertahun-tahun dan tidak pernah menemui masalah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved