Breaking News:

Penampakan Rumah Mewah Picandi, Otak di Balik Alat Rapid Test Bekas Kualanamu, Kini Terbengkalai

Tak cuma ditahan polisi dan dipecat dari pekerjaannya, ia kini terpaksa gigit jari lantaran pembangunan rumah mewahnya mandeg.

(Tribun Medan/Riski Cahyadi)
Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. 

TRIBUNMATARAM.COM - Dalam waktu singkat, Picandi Mosko, Business Manager Laboratorium Kimia Farma sekaligus otak di balik pemakaian alat rapid test bekas di Bandara Kualanamu harus menelan pil pahit.

Tak cuma ditahan polisi dan dipecat dari pekerjaannya, ia kini terpaksa gigit jari lantaran pembangunan rumah mewahnya mandeg.

Rumah mewah milik Picandi itu rupanya dibangun menggunakan uang hasil bisnis haram.

Rumah mewah yang berlokasi di Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Sumatera Selatan (Sumsel) kini tengah menjadi perhatian warga.

Pasalnya, rumah mewah tersebut merupakan milik Business Manager Laboratorium Kimia Farma, Picandi Mosko alias PM (45), yang telah ditangkap polisi.

Diketahui, saat ini Picandi dan empat pegawai Kimia Farma ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus layanan antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan, Sumatra Utara (Sumut), Selasa (27/4/2021) lalu.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Pemakaian Alat Rapid Test Bekas di Kualanamu, Pelaku Raup Rp 1,8 M Sejak Desember

Baca juga: Sederet Akal-akalan Mafia di Bandara Raup Cuan, Palsukan Hasil PCR hingga Alat Rapid Test Bekas

Picandi sendiri merupakan warga Griya Pasar Ikan Jalan Lohan Blok A No. 14-15 Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Dikutip dari TribunSumsel.com, Picandi Mosko tengah membangun rumah baru dua lantai tepat di seberang jalan rumah lamanya.

Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. Tribun Medan/Riski Cahyadi
Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Rumah tersebut terlihat megah dari struktur bangunan, di mana saat ini masih dalam proses pembangunan.

Menurut informasi warga sekitar, pembangunan rumah mewah Picandi tersebut dimulai sejak setahun terakhir.

Halaman
123
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved