Breaking News:

Nelangsa Bandiman Terima Order Offline Sate Beracun : Sebenarnya Gak Boleh, Tapi Butuh Duit

Padahal, perusahaan ojol yang menaunginya bekerja sudah melarang setiap driver untuk menerima pesanan offline.

(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)
Bandiman Tukang Ojek Penerima Orderan Makanan yang menyebabkan Anaknya Meninggal dunia di rumahnya Sewon, Bantul Jumat (30/4/2021) 

TRIBUNMATARAM.COM - Bandiman, ayah bocah yang tewas keracunan makanan pemberian wanita misterius di Bantul kini memendam penyesalan.

Ia masih tak menyangka, pesanan offline yang diterimanya hari itu akan menjadi sumber nelangsanya.

Padahal, perusahaan ojol yang menaunginya bekerja sudah melarang setiap driver untuk menerima pesanan offline.

Bandiman mengaku masih syok dan terpukul anaknya meninggal setelah diduga keracunan makanan orderan atau pesanan offline yang dia bawa.

Bandiman pun mengaku menyesal telah menerima orderan offline tersebut. Dirinya berharap kejadian tragis yang dialami menjadi pelajaran bagi pengemudi ojek online lainnya.

"Sebenarnya nggak boleh (aplikasi offline). Kan saya panggilan hati. Ya saya enggak munafik juga butuh duit," katanya.

Bandiman mengatakan, menerima pesanan secara offline sejatinya dilarang oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Baca juga: Wanita Misterius Pengirim Sate Beracun di Bantul Akhirnya Tertangkap, Sasaran Utama Ternyata Polisi

Baca juga: Keterangan Saksi Soal Wanita Misterius Pengirim Sate Maut di Bantul: Usia 25 Tahun & Pakai Baju Krem

Namun dia tak enak hati untuk menolak permintaan tersebut. Apalagi, katanya, saat itu sedang sepi orderan.

Mantan pegawai tambang itu juga menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membuat penghasilannya menurun drastis dari Rp 300.000 menjadi Rp 100.000.

Saat ini, Bandiman mengaku belum siap untuk bekerja kembali. Dirinya ingin menata hati usai kejadian memilukan itu.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved