Breaking News:

Gadis Cianjur Dibakar Pacar Pakai Pertalite Meninggal, Sang Ayah : Saya Tertipu, Ternyata Dia Iblis

Kabar meninggalnya Indah Daniarti ini menjadi pukulan tersendiri bagi ayahnya, Iyus.

ist
Indah Daniarti, korban pembakaran kekasihnya 

Kini fakta miris terungkap dari aksi pembakaran tersebut.

Ayah Indah, Iyus Darusman mengaku kaget atas kejadian tersebut.

Iyus tak menyangka ada laki-laki berhati iblis yang tega membakar anaknya Indah Diani.

Dia merasa tertipu karena laki-laki yang mendekati putrinya tersebut berperilaku manis dan sopan saat bertamu dua kali ke rumahnya.

"Saya tertipu pak, ternyata laki-laki yang mendekati putri saya itu berhati iblis, padahal ia berkata sopan, suka solat juga di rumah, dan sun tangan kalau pulang dari rumah," kata Iyus melalui sambungan telepon, Senin (10/5/2021).

Korban Terancam Buta

Indah Diani (22) wanita cantik asal Kampung Puncak Bayuning, Desa Kertawangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, akan dioperasi bagian wajah, dada, dan tangannya di RSHS Bandung.

"Anak saya masih dirawat di ICU, besok kata dokter mau mulai operasi," katanya.

Ia mengatakan, dari keterangan dokter luka bakar Indah sudah mencapai 80%. Artinya, tanpa operasi beruntun untuk pulihkan lukanya, Indah akan terancam lumpuh dan buta seumur hidup.

Iyus mengatakan Indah aktivitasnya banyak di rumah, kadang ia bekerja sambilan jika ada orang yang mengajaknya bekerja, dikutip dari TribunJabar.id dengan judul BREAKING NEWS Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasihnya Meninggal Tadi Malam

Iyus mengatakan, Indah merupakan putri sulung yang mempunyai dua orang adik.

Keluarga Iyus menggantungkan hidup pada penghasilan tambak udang yang menghasilkan Rp 1,5 juta perbulannya.

"Hari ini istri saya pulang dulu ke Cidaun, kasihan dua anak saya yang kecil juga sudah ditinggalkan selama 8 hari," kata Iyus.

Kasus Serupa, Perawat Dibakar Hidup-hidup di Malang Belum Lama Ini

Nahas dialami oleh seorang perawat bernama Eva Sofiana Wijayanti (35).

Wajah cantik dan tubuhnya melepuh setelah dibakar oleh orang tak dikenal yang mendadak masuk ke klinik tempatnya bekerja.

Teriakan kesakitan korban membuat seorang saksi yang ada di sekitar klinik datang.

Aksi sadis dilakukan seorang pria tak dikenal di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dia membakar hidup-hidup seorang perawat di sebuah klinik.

Aksi sadis itu berlangsung singkat dimana dia tiba-tiba masuk ruang istirahat pegawai di Klinik Bunga Husada Kalipare sebelum bertemu dengan seorang perawat.

Tanpa basa-basi, sang pria tak dikenal itu langsung menyiramkan bensin lantas menyulutnya dengan korek.

Aksi membakar hidup-hidup seorang perawat ini hanya disaksikan seorang saksi.

Baca juga: Wanita Asal Cianjur Dibakar Pacarnya Sendiri, Luka Bakar Korban Hingga 80 Persen, Pelaku Kabur

Baca juga: Warga Murka Bakar Tempat Ngaji di Garut setelah Guru Cabuli Santriwatinya, Tapi Pelaku Justru Hilang

Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bernama Eva Sofiana Wijayanti (35) sedang bertugas di Klinik Bunga Husada Kalipare, Senin (3/5/2021).

Saat itu korban yang sedang beristirahat lantaran masuk shift pagi, tiba-tiba dihampiri oleh pria misterius.

Pria tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat merah datang ke klinik tempat korban berada.

Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas'udi menjelaskan, pria misterius itu menggunakan jaket hitam, helm dan masker.

Pria tak dikenal itu langsung merangsek masuk ke dalam klinik menuju ruang istirahat korban.

Setibanya bertemu korban, pelaku langsung menyiramkankan cairan ke bagian wajah dan tubuh korban.

Tanpa menunggu lama, pelaku menyulutkan korek ke arah tubuh korban.

Pelaku langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.

Saat itu, hanya ada satu saksi saat itu di klinik tersebut.

Saksi berhasil memadamkan api dengan air.

Selanjutnya korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

"Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini," tutur kapolsek saat dikonfirmasi, Selasa (4/5/2021).

Luka Bakar Serius

Luka bakar yang dialami Eva Sofiana Wijayanti yang jadi korban perawat dibakar hidup-hidup oleh pria misterius mencapai 60 persen.

Beruntung, wanita asal Desa Arjowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang ini dalam kondisi sadar.

"Kondisi terakhir korban sadar. Namun di bagian muka (wajah) dada, tangan mengalami luka bakar. Kondisi luka bakarnya cukup besar mencapai 60 persen," ucap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar ketika dikonfirmasi.

Hingga kini, Hendri menerangkan jajarannya sedang bekerja untuk mengungkap tabir di balik kasus penyiraman cairan mudah terbakar itu.

"Dalam waktu 1 atau 2 hari ini akan kami ungkap pelakunya. Sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang sudah kami periksa.

Orang-orang terdekat korban juga sudah kami periksa," tegasnya.

Terkait petunjuk-petunjuk yang menyelimuti kasus ini, Hendri belum dapat menjelaskan secara gampang.

Ada dugaan yang mengarah jika pelaku lebih dari satu orang.

"Nanti kami akan kami sampaikan ke rekan-rekan media," kata Kapolres.

Saksi

Susasana Klinik Bunga Husada Kalipare yang menjadi saksi bisu peristiwa perawat cantik di Malang dibakar oleh orang tak dikenal tampak sepi sore itu.

Garis polisi terpasang mengelilingi area pintu klinik yang berada di Jalan Raya Dusun Panggang Lele, Desa Arjowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang tersebut.

Terlihat ada beberapa sandal yang ada di bagian lantai depan pintu masuk.

Dudik Dwi Jatmiko (50 warga yang tinggal di sekitar klinik bercerita detik-detik ketika dirinya menolong Eva Sofiana Wijayanti yang sedang terbakar.

"Saya dari dapur mendengar teriakan aduh-aduh dari arah klinik. Kemudian semakin keras terdengar dari arah sini (menunjuk pintu keluar)," ucap Dudik ketika ditemui di depan klinik yang ditempati korban.

Saat itu, Dudik menerangkan korban sedang berada di ruang istirahat berteriak meminta tolong.

Ia melihat korban terbakar pada bagian bahu belakang, sedangkan bagian wajah nyaris hangus.

"Saya berupaya padamkan api dari si korban. Saya tepuk-tepuk hingga padam. Daerah wajah kebul-kebul saat saya padamkan. Sepi saya sendirian saja. Beliau sebelum kejadian itu sedang istirahat katanya," ungkap Dudik.

Ditanya tentang sosok penyiram bensin ke wajah korban, Dudik mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak sempat melihat. Tapi kata korban pakai helm terus bermasker, pakai jaket dan pakai motor beat (Honda Beat) warna hitam," beber Dudik sembari mengkiaskan gambaran pria tak dikenal yang dijelaskan korban.

Dudik berkesan jika korban merupakan sosok yang periang dan baik ketika berinteraksi dengan tetangga maupun pasien, dikutip dari TribunJabar.id dengan judul SADIS, Seorang Perawat Dibakar Hidup-hidup, Muka dan Dada Luka Parah

Eva diketahui membuka jam praktik di klinik tersebut sejak pukul 8 pagi.

Korban seringkali sendiri di klinik tersebut.

Kata Dudik, klinik itu merupakan binaan puskesmas.

"Korban merupakan sosok yang periang dan orangnya baik, banyak temannya. Praktik di sini ada dua orang. Dokternya di Puskesmas. Ini binaan Puskesmas," jelasnya.

Terakhir, Dudik bersaksi tidak hal-hal yang mencurigakan di klinik sebelum peristiwa pembakaran itu terjadi.

"Tidak ada keramaian-keramaian mencurigakan. Normal-normal saja (sehari sebelum peristiwa)," tutupnya. (TribunJabar/ Ravianto)

#dibakar #Cianjur

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved