Breaking News:

Sebuah Bom Meledak di Masjid Afghanistan Ketika Jemaah Khusyuk Beribadah Salat Jumat, 12 Orang Tewas

Sebuah bom meledak di masjid daerah Kabul, Afghanistan. Ledakan terjadi ketika para jemaah sedang khusyuk mengikuti salat Jumat.

Editor: Irsan Yamananda
Shutterstock
Ilustrasi ledakan bom 

Di pagi hari, anak laki-laki menghadiri kelas di kompleks sekolah yang luas, dan di sore hari giliran anak perempuan yang pergi bersekolah.

serangan bom di sebuah sekolah perempuan di Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (8/5/2021). Jumlah korban tewas akibat ledakan bom tersebut bertambah menjadi 50 orang yang kebanyakan murid-murid berusia 11 - 15 tahun. Sejumlah kerabat korban berupaya menggidentifikasi para korban tewas akibat serangan bom di sebuah sekolah perempuan di Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (08/05/2021)." width="604" height="354" loading="lazy"/>
serangan bom di sebuah sekolah perempuan di Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (8/5/2021). Jumlah korban tewas akibat ledakan bom tersebut bertambah menjadi 50 orang yang kebanyakan murid-murid berusia 11 - 15 tahun."> Sejumlah kerabat korban berupaya menggidentifikasi para korban tewas akibat serangan bom di sebuah sekolah perempuan di Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (08/05/2021). (AP Photo/Rahmat Gul)

Penduduk di daerah itu mengatakan ledakan itu memekakkan telinga.

Salah satu siswa yang lolos dari maut mengingat serangan bom itu, jeritan gadis-gadis itu, dan darah mereka yang berceceran.

“Saya saat itu bersama teman sekelas saya, kami sedang berjalan meninggalkan sekolah ketika tiba-tiba terjadi ledakan,” kata Zahra, 15 tahun, yang lengannya patah karena pecahan ledakan.

"Sepuluh menit kemudian ada ledakan lagi dan hanya beberapa menit kemudian ledakan lain," katanya.

"Semua orang berteriak dan ada darah di mana-mana, dan saya tidak bisa melihat apa pun dengan jelas."

Teman Zahra meninggal dalam serangan tersebut.

Di luar Rumah Sakit Muhammad Ali Jinnah, di lingkungan Dasht-e-Barchi, puluhan orang berbaris untuk menyumbangkan darah, sementara anggota keluarga memeriksa daftar korban yang dipasang di dinding.

Sebagian besar dari lusinan yang terluka dibawa ke Rumah Sakit bernama EMERGENCY untuk korban luka perang di ibu kota Afghanistan.

"Hampir semua gadis dan wanita muda berusia antara 12 dan 20 tahun," kata Marco Puntin, koordinator program rumah sakit tersebut di Afghanistan.

ISIS sebelumnya mengklaim serangan terhadap minoritas Syiah di daerah yang sama, tahun lalu mengklaim dua serangan brutal terhadap fasilitas pendidikan yang menewaskan 50 orang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar.

Sebelumnya kelompok itu mengambil tanggung jawab atas pembunuhan yang ditargetkan terhadap tiga personel media wanita di Afghanistan timur.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah 2.500 hingga 3.500 tentara Amerika yang tersisa secara resmi mulai meninggalkan negara itu, yang akan pulang paling lambat 11 September.

Penarikan itu dilakukan di tengah kebangkitan kembali Taliban, yang menguasai lebih dari separuh Afghanistan.

Perwira tinggi militer AS mengatakan pada hari Minggu lalu, pasukan pemerintah Afghanistan menghadapi masa depan yang tidak pasti dan memiliki beberapa "kemungkinan hasil yang buruk" terhadap gerilyawan Taliban karena penarikan pasukan yang dipercepat dalam beberapa minggu mendatang. (Kompas TV/ Haryo Jati)

#Afghanistan #masjid

BACA JUGA : di TribunNewsmaker.com dengan judul Sebuah Bom Meledak di Masjid Afghanistan Saat Jemaah Khusyuk Beribadah Salat Jumat, 12 Orang Tewas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved