Breaking News:

5 Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal 1442 H, Pastikan Tak Punya Utang Puasa, Ini Lafal Niatnya

Berikut  5 tata cara lengkap menunaikan puasa Syawal 1442, bagaimana bacaan niatnya?

Instagram/dzulqarnainms
Puasa Syawal 1441 H. 

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, ia seperti puasa setahun” (HR. Ibnu Majah, shahih)

Berdasarkan Syarah Nawaawi 'ala Muslim juz 7 halaman 56 disebutkan, alasan menyamakan pahala enam hari Syawal dengan puasa setahun lamanya berdasarkan nilai pahala kebaikan yang diberikan dilipatkan hingga 10 kali ganjaran.

Perhitungannya adalah 1 bulan Ramadan, 30 hari x 10 = 300 hari.

Adapun 6 hari di bulan Syawal menyamai dua bulan lainnya (6 x 10 = 60 hari atau 2 bulan).

Jadi total 360 hari kita mendapatkan pahala puasa.

Jadi pahala puasa Syawal selama enam hari sama dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Pahala puasa Syawal ini menjadi penyempurna puasa Ramadan.

Adapun dalam beberapa sumber disebutkan bahwa pahala dan keutamaan puasa syawal ini didapatkan bagi mereka yang menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha puasa Ramadhan jika ada yang ditinggalkan.

Bagi siapa pun yang memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk membayar utang puasanya terlebih dahulu.

Namun, siapa saja yang berpuasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka masih tetepa sah.

Tapi, dengan syarat setelah menunaikan puasa syawal tetap membayar utang tersbeut.

Kendati demikian, beberapa ulama menganjurkan untuk mengqadha utang puasa terlebih dahulu sebelum menunaikan Puasa Syawal.

Hukum dan Waktu Puasa Syawal

Hukum Puasa Syawal adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim).

Waktu puasa syawal dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, dan dapat dilakukan secara acak atau tidak berurutan.

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa menurut pendapat Imam Ahmad, puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan, boleh pula tidak berurutan.

Dan tidaklah yang berurutan lebih utama daripada yang tidak berurutan.

Sedangkan menurut madzhab Syafi’i dan Hanafi, puasa Syawal yang dikerjakan secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal lebih utama daripada tidak berurutan.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam bukunya Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, puasa Syawal boleh dikerjakan terpisah-pisah alias tidak berurutan.
Namun yang lebih afdhal (utama) adalah dikerjakan berurutan dan langsung setelah hari raya. Sebab hal itu berarti menyegerakan ibadah.

Jadi, tidak ada madzhab yang tidak memperbolehkan puasa ini di hari lain selain tanggal 2 sampai 7 Syawal, yang penting masih berada di bulan Syawal.

#Syawal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved