Incar Harta Warisan, Suami di Riau Aniaya Istri, Korban: 'Padahal Kebun Sawit Milik Orangtua Saya'

Seorang suami di Riau tega menganiaya istrinya sendiri karena ingin kuasai harta warisan.

Editor: Irsan Yamananda
Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus penganiayaan dialami oleh seorang istri di Riau.

Ia dicekik hingga ditindih oleh suami dan adiknya.

Usut punya usut, akar permasalahan ini adalah karena rebutan harta.

Kisah pilu dialami Idariyani, seorang warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Wanita 39 tahun ini mengaku dianiaya oleh suaminya.

Bahkan, korban juga sering diancam dibunuh agar semua harta jatuh ke tangan suaminya.

Hal itu membuat Idariyani menempuh jalur hukum dengan melaporkan suaminya ke Polsek Tambang.

Petaka Dihalang-halangi untuk Rujuk, Pria Bunuh Mantan Mertua, Lampiaskan Amarah Aniaya Anak Tiri

Kepada Kompas.com Idariyani bercerita kalau dirinya diduga dianiaya sang suami pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.

"Saya waktu itu sedang panen sawit terus dia datang ke kebun sama saudaranya empat orang dan satu anak kami yang paling tua. Dia marah ke saya kenapa sawit masih dipanen, padahal kebun ini milik orangtua saya," ujar Idariyani, Sabtu (5/6/2021).

Berawal dari Temuan Foto Bersama Wanita Lain, Pria di Lampung Aniaya Istri: Emosi Dituduh Selingkuh

Korban mengaku dianiaya mantan suami dan adiknya

Disaat suaminya sedang marah, korban memvideokannya.

Namun, terduga pelaku menyuruh adiknya untuk merampas handphone.

Terduga pelaku memegang korban, sedangkan adiknya mengambil paksa handphone lalu dibuang ke Sungai Kampar.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved