Komnas Perempuan Soroti Ucapan 'Turun Mesin' Aa Gym ke Teh Ninih: 'Merendahkan dan Menghina'

Komnas Perempuan soroti istilah 'turun mesin' yang diucapkan oleh Aa Gym pada Teh Ninih.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa
Aa Gym dan Teh Ninih 

TRIBUNMATARAM.COM - Aa Gym sempat menggunakan istilah 'turun mesin' pada istrinya, Teh Ninih.

Rupanya, hal tersebut menarik perhatian Komnas Perempuan.

Berikut ulasan selengkapnya.

 Ucapan Aa Gym sebut Teh Ninih yang sudah tujuh kali turun mesin viral di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun Instagram.

"Ini adalah istri yang sudah 19 tahun mendampingi saya.

Sudah tujuh kali turun mesin (melahirkan), hehe," ungkap Aa Gym dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @mak_inpoh, Senin (7/6/2021) lalu.

Setahun Status Pernikahannya dengan Aa Gym Belum Jelas Secara Negara, Teh Ninih Mantap Bercerai

Aa Gym & Teh Ninih Tak Berkomunikasi Lagi Sejak Masukkan Gugatan Cerai, Kini Siap Hadiri Sidang

Aa Gym dan Teh Ninih.
Aa Gym dan Teh Ninih. (Tribun Pontianak)

Belum diketahui secara pasti kapan dan di mana Aa Gym melontarkan pernyataan itu.

Adapun Komnas Perempuan mengimbau semua pihak, khususnya pejabat publik, pesohor dan pemuka/tokoh masyarakat, untuk menghindari kekerasan psikis atau kekerasan verbal/simbolik dan pelecehan seksual kepada perempuan, serta turut mendukung pemulihan korban.

"Sebagai ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh perempuan, 'turun mesin' merupakan istilah peyoratif, yaitu sikap yang merendahkan, menghina atau mencemooh," ungkap Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad.

Istilah ini, lanjutnya, rekat dengan cara pandang yang seksis, yaitu merendahkan harkat kemanusiaan berdasar jenis kelamin.

Soal Alasan Aa Gym Ngotot Bercerai, Pengacara Teh Ninih: Mereka Sadar Aib Keluarga Tak Perlu Diumbar

Juga, cara pandang yang menempatkan perempuan sebagai obyek seks.

"Dalam hal ini imaji tentang keperawanan dan elastisitas kelamin perempuan yang dikaitkan dengan kepuasan atau kenikmatan laki-laki dalam berhubungan seksual.

Dengan demikian, 'turun mesin' merupakan bentuk kekerasan verbal/simbolik terhadap perempuan yang berdampak psikologis yang negatif terhadap perempuan," ungkapnya seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Aa Gym Sebut Teh Ninih Turun Mesin 7 Kali Direspons Komnas Perempuan.

"Kekerasan verbal termasuk ungkapan 'turun mesin' berakar dari nilai-nilai patriarkis yang melanggengkan dan meneguhkan diskriminasi terhadap perempuan," ungkapnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved