Breaking News:

Kisah Sopir di NTT Dianggap Predator dan Terancam Hukuman Mati: Cara Rudapaksa & Bunuh 2 Korban Sama

Seorang sopir truk di Kupang, Nusa Tenggara Timur dianggap predator dan terancam hukuman mati.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

"Penemuan mayat tanpa identitas itu tadi sore, sekitar pukul 14.15 WITA," ungkap Pejabat Humas Polres Kupang Aiptu Randy Hidayat, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (17/5/2021) malam.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban diketahui berinisial N yang merupakan warga Dusun Tuasene, Desa Noelmina, Kecamatan Takari.

Predator Anak di Buton Selatan

Di tempat lain, 21 anak laki-laki di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pria berinisial FU. 

Diduga korban pencabulan ini masih terus bertambah. 

“Pelakunya (FU) sudah diamankan di Polres, kita sedang proses, Pelaku ini banyak macam modusnya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Buton AKP Aslim saat dihubungi, Jumat (18/6/2021). 

 Kronologi Pria di Bali Rudapaksa Ponakan di Bawah Umur, Istri Pelaku Malah Suruh Korban Layani Suami

 Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Ngaku Tak Sengaja Nyenggol Saat Selonjoran: Mau Dicium, Dia Mengelak

Ilustrasi
Ilustrasi (THINKSTOCK)

Aslim mengatakan, FU beraksi dengan mengajak korban berjalan-jalan dengan sepeda motor dan diiming-imingi sejumlah uang.

“Pelaku membawa ke lokasi yang sepi atau pondok kebun warga memaksa korbannya serta mengancam korban bila menceritakan perbuatannya kepada orang lain,” ujar Aslim. 

Kasus ini diduga sudah lama terjadi, tapi baru terbongkar setelah seorang korban menceritakan kepada keluarganya. 

Cerita pencabulan berkembang di masyarakat hingga satu per satu korban mulai berani menceritakan telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan FU. 

 Diduga Cabuli Murid, Guru Ngaji di Jakut Sempat Kabur, Ketua RT: Susah Dikontak, Alasan Susah Sinyal

“Anak-anak  yang jadi korban berani cerita saat mengetahui bahwa pelaku akan berangkat keluar daerah,” ucap Aslim.

Orangtua korban kemudian melaporkan kasus pencabulan yang dilakukan FU tersebut ke Kepolisian Sektor Sampolawa.

Polisi yang mendapat laporan kemudian langsung menangkap pelaku di desa yang sama dengan para korbannya. 

Saat ini kasus ini ditangani Kepolisian Resor Buton dan FU diamankan di ruang tahanan Mapolres Buton seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Predator Seksual di Buton Selatan Ditangkap, 21 Anak Jadi Korban".

FU bakal dijerat Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimun 15 tahun Penjara.

#Kupang #NTT

(Kompas/ Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved