Breaking News:

Bukan karena SARA, Pelaku Perusakan Gereja di Samarinda Diduga Sakit Hati Soal Listrik, Ini Kisahnya

Motif pelaku perusakan gereja di Samarinda diduga bukan karena SARA, melainkan sakit hati masalah listrik.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa
Ilustrasi - Polisi menangkap pelaku perusakan gereja di Samarinda, motif bukan SARA tapi soal listrik. 

Pengerusakan warung itu terjadi di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Lampung.

Hadi mengatakan, kesembilan preman itu membawa senjata tajam.

Mereka mendatangi warung milik Hadi pada hari Kamis (17/6/2021).

Kini, warung tersebut luluh lantak.

 6 Preman di Sidoarjo Hajar TNI Hingga Babak Belur karena Dikira Maling: Korban Sempat Mondar-mandir

 Penjual Bakso Bersimbah Darah Dipukuli Preman Tukang Palak Gegara Uang 5 Ribu, Gerobak Hancur

Rumah makan milik Hadi Supeno yang diduga dirusak oleh sekelompok preman, di Lampung, Kamis (16/6/2021).
Rumah makan milik Hadi Supeno yang diduga dirusak oleh sekelompok preman, di Lampung, Kamis (16/6/2021). (KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA)

Dindingnya tampak lepas di beberapa bagian.

Sementara atap warung berukuran 5x6 meter tersebut terlihat berserakan di tanah.

Hadi pun menceritakan kronologi warungnya dirusak oleh sembilan orang tersebut.

Saat datang, lanjut Hadi, mereka meminta dirinya untuk pindah dari lokasi berjualan.

"Mereka minta kami pergi dari lokasi ini," kata Hadi ditemui di lokasi, Senin (21/6/2021).

Setelah itu, para pelaku langsung merusak warung makan miliknya dengan menggunakan senjata tajam seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Kronologi Warung Milik Hadi Diobrak-abrik 9 Preman Bersenjata Tajam, Polisi Turun Tangan".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved