Breaking News:

Merasa Tak Salah, Edhy Prabowo Keberatan Dituntut 5 Tahun, Benarkan Berita 'Diangkat dari Comberan'

Sidang lanjutan kasus korupsi ekspor benur yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo telah digelar.

Editor: Salma Fenty Irlanda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Edhy Prabowo kukuh tak merasa bersalah dalam kasus korupsi ekspor benur, protes tuntutan 5 tahun penjara sangat berat.

Sidang lanjutan kasus korupsi ekspor benur yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo telah digelar.

Dalam sidang ini, tuntutan jaksa yang hanya menuntut 5 tahun penjara kepada Edhy masih dianggap terlalu berat.

Edhy bahkan membawa-bawa anak dan istrinya untuk meminta keringanan hukuman.

Tak cuma itu, Edhy juga meminta maaf secara khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto atas semua perbuatannya.

Edhy menyebut, selama ini, baik Jokowi maupun Prabowo telah memberikan amanah atau kepercayaan kepadanya.

Baca juga: Edhy Prabowo Sebut Kementerian KKP di Awal Menjabat Amburadul, Minta Vonis Bebas : Saya Berjasa

Baca juga: Istri Edhy Prabowo Ragu Bongkar Uang Bulanan dari Sang Suami, Ngaku Tak Tahu Gaji Menteri KKP

Hal itu diucapkan terdakwa kasus suap izin ekspor benih lobster itu saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan pribadinya.

”Permohonan maaf secara khusus saya sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto,” ucap Edhy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Mantan politikus Partai Gerindra itu kemudian menceritakan peran besar Prabowo dalam karier politiknya.

Dia mengatakan dirinya sempat masuk Akademi Militer di Magelang, namun dikeluarkan. Setelah itu Edhy merantau ke Jakarta mencari kerja.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved