Breaking News:

Viral Hari Ini

Viral Video Warga Usir Petugas Patroli PPKM Darurat di Surabaya, Polisi: 'Ada Provokator di Medsos'

Beredar video viral warga di Surabaya mengusir petugas patroli PPKM Darurat, kepolisian angkat bicara.

Editor: Irsan Yamananda
YouTube/ Kompas TV
Viral video warga Surabaya usir petugas patroli PPKM Darurat, polisi buru provokator. 

Tersebarnya video tersebut cukup membuat nama Widya tercoreng.

Unsur politis pun disebut-sebut melatarbelakangi viralnya video itu.

Melalui akun Facebook pribadinya, Widya meminta maaf dan mengaku ia berjoged tanpa menggunakan masker karena diajak rekannya usai makan bersama.

Ilustrasi masker scuba
Ilustrasi masker scuba (SHUTTERSTOCK/Ruben Nurdiasmanto)

Ia juga menegaskan jika peristiwa tersebut direkam sebelum Kota Ambon menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Dikecam Bupati Grobogan, Kades Minta Maaf Atas Video Joget Tanpa Masker: Semua Tamu Udah Pulang

Baca juga: 5 Cara Cepat Sembuh Covid-19, Lakukan Hal Ini Selama Isolasi Mandiri, Masker Dobel, Kamar Terpisah

Tapi ia juga menyebut jika penyebaran video tersebut dianggap tidak etis dan kental nuansa politisnya.

Menurutnya selama aktivitas saat pandemi, ia berusaha mematuhi protokol kesehatan.

Berikut pernyataan lengkap Widya Pratiwi Murad Ismail yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Minggu (11/7/2021).

"Terkait dengan video yang telah beredar luas, melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf karena bagaimanapun sudah menampakan saya dalam posisi sedang tidak mematuhi Prokes.

Bukan maksud membenarkan diri, tapi perlu saya jelaskan di sini, kalau waktu itu, pas selesai makan ada rekan yang mengajak untuk sekedar memeriahkan pertemuan malam itu, jadi saya pun spontan berdiri dan turut serta karena menghargai.

Sehingga masker yang harusnya saya pakai tergantung di dada. Itu tentu sebuah keteledoran yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi saya dan bagi kita semua, semoga ke depan bisa lebih baik.

Padahal selama ini dalam setiap aktivitas, bisa dilihat dalam berbagai publikasi, saya selalu berusaha mematuhi Prokes, terutama dalam menggunakan masker.

Saya tentu tidak ingin membenarkan diri, telah tidak menggunakan masker, tapi memposting satu video lama dan memberikan keterangan seolah-olah itu kejadian baru, atau terjadi saat berlakunya PPKM juga adalah tindakan yang saya kira kurang etis, tidak proportional, tendensius dan kental nuansa politisnya."

Ilustrasi joget tanpa masker.
Ilustrasi joget tanpa masker. (Tangkapan Layar Video WhatsApp)

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku Semmy Huwae membenarkan permohonan maaf di Facebook berasal dari Istri Gubernur Maluku Widya Murad Ismail.

“Benar itu akun resmi ibu Widya Murad Ismail. Anda bisa mengutip pernyataan maaf dari positingan itu,” katanya via telepon seluler.

KNPI ancam laporkan penyebar video

Terkait kasus tersebut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku mengancam akan melaporkan penyebar video istri Gubernur Maluku yang joged tanpa menggunakan masker.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Maluku Saiful Chaniago kepada wartawan di Ambon, Sabtu (10/7/2021).

Ia menyebut penyebaran video tersebut memiliki motif politik serta menjatuhkan kredibilitas Widya.

“Kami dari DPD KNPI Provinsi Maluku sangat menyayangkan viralnya video Ketua PKK Provinsi Maluku yang diedarkan oleh orang-orang yang menurut kami tidak etis,” kat Saiful.

Menurutnya video itu direkam sebelum adanya PPKM.

“Video itu dari tanggal 22 Juni dan baru diedarkan hari ini. Kami mempertanyakan motif apa diedarkannya video itu. Kami berasumsi bahwa penyebaran video itu bermotif politis,” kata dia, dikutip dari  Kompas.com dengan judul "Joget Tanpa Masker, Istri Gubernur Maluku Minta Maaf, tapi..."

“Kami DPD KNPI Maluku akan melaporkan kasus ini ke Polda Maluku, Senin besok,” kata Saiful.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Ambon Sugiarto Solissa.

Ia mengatakan, aksi joget istri gubernur Maluku itu sebagai hiburan yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan.

Menurutnya, istri gubernur dan para istri pejabat yang berjoget itu telah mengikuti rapid test antigen, sehingga mereka telah menjalankan protokol kesehatan.

“Kami mendesak aparat kepolisian segera menangkap orang-orang yang menyebarkan video itu. Mereka yang menyebarkan video itu didesain oleh lawan politik Murad Ismail,” kata Sugiarto.

Berita terkait video viral lainnya

(Kompas/ Kontributor Surabaya, Achmad Faizal dan Rahmat Rahman Patty)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved