Viral Hari Ini

Kesal Warga Dilarang Hajatan, Kades di Sragen Pasang Baliho Maki Pemerintah: 'Pikirkan Nasib Rakyat'

Kepala Desa (Kades) di Sragen jadi sorotan setelah memasang baliho memaki-maki pemerintah.

Editor: Irsan Yamananda
Kolase Tribunnews.com: TribunSolo.com/Dok Zeequilleno Nicks dan TribunSolo.com/Istimewa
Gambar baliho viral milik Kades di Sragen yang maki-maki pemerintah soal penanganan pandemi Covid-19. 

Namun di hari yang sama, baliho tersebut diturunkan oleh petugas kepolisian dan Satpol PP pada pukul 15.00 WIB.

 

Baca juga: Cuitan Tak Percaya Covid-19 Viral, dr Lois Owien Ditetapkan Jadi Tersangka & Terjerat Pasal Berlapis

Penurunan baliho tersebut dibenarkan Kapolsek Jenar AKP Suparjono. "Sudah diturunkan langsung kemarin sore (saat itu juga)," kata Suparjono.

Hal senada juga disampaikan Camat Jenar, Edi Wibowo.

"Iya benar, langsung kita (Muspika) Jenar tindak lanjuti untuk penurunan," ungkapnya dikutip dari TribunSolo.com.

"Karena sifatnya yang provokatif terhadap pemerintah," tegasnya.

Menurut Edi, penurunan baliho dilakukan tanpa perlawanan dari Kades Samto seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Cerita Kades di Sragen Pasang Baliho Berisi Umpatan ke Pejabat, Kesal karena Warganya Dilarang Hajatan".

Kesal warganya dilarang gelar hajatan

Ilustrasi - Kades di Sragen kesal karena warganya dilarang gelar hajatan.
Ilustrasi - Kades di Sragen kesal karena warganya dilarang gelar hajatan. (Pixabay)
 

Saat dihubungi Kompas.com, Samto mengaku terpaksa memasang baliho karena kesal warganya dilarang menggelar hajatan dengan alasan pandemi.

Salah satunya adalah hajatan dilarang dua hari sebelum pelaksanaan.

"Baliho saya pasang karena banyak warga saya menggelar hajatan selalu dibubarkan dan dilarang," kata Samto dihubungi Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Menurut Samto, pembubaran dan pelarangan kegiatan hajatan bukan solusi yang baik.

Petugas, kata Samto, seharusnya bisa memberikan sikap yang baik sehingga warga tidak kecewa dengan keputusan yang dibuat pemerintah.

"Jadi, saya kecewa berat.

Ada warga menggelar hajatan tinggal dua hari dibatalkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved