Breaking News:

Awalnya Pucat Dikira Suruh Tutup, Wajah Pedagang Kerak Telor Berubah Saat Kapolda Borong Dagangannya

Wajah pucat pedagang kerak telor ini berubah jadi senyuman bahagia saat tahu Kapolda Riau memborong dagangannya.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa
Ilustrasi - Pedagang kerak telor di Riau kaget jualannya diborong Kapolda Riau 

Teramat susah cari uang karena Covid-19 ini," kata Yanti, yang sudah lima tahun berjualan kerak telor.

Selain dagangannya diborong, Kapolda Riau juga memberikan paket sembako kepada Yanti.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi borong dagangan tukang kerak telor.
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi borong dagangan tukang kerak telor. (TribunPekanbaru)

"Alhamdulillah, saya dibantu sama Kapolda Riau di masa sulit ekonomi akibat pandemi ini. Terima kasih sekali.

Saya sangat senang dan bersyukur atas bantuan ini," ucap Yanti.

Usai memberikan bantuan kepada penjual kerak telor, Kapolda Riau bersama anggota melanjutkan patroli di sejumlah ruas jalan di ibu kota Provinsi Riau.

Tepat di Jalan Soekarno Hatta, Kapolda Riau berhenti mendadak. Ia menghampiri seorang wanita yang berjualan jambu air sedang membaca Alquran di pinggir jalan.

Wanita bernama Wati (45) itu berjualan menggunakan sepeda.

Kapolda Riau juga memborong semua jambu air milik Ibu Wati. Uang yang diberikan Rp 500.000 dan satu paket sembako.

Kapolda Riau berpesan agar ibu Wati segera pulang karena sudah pukul 23.30 WIB.

"Ibu pulang lagi, ya sudah malam. Jaga kesehatannya dan selalu menerapkan protokol kesehatan," ujar Kapolda Riau kepada Ibu Wati.

Ibu Wati mengaku tidak mengetahui polisi yang memberikan bantuan itu adalah Kapolda Riau.

Baca juga: Pria yang Potongan Kakinya Timpa Pedagang Kaki Lima di Jaksel Terekam CCTV, Terantuk Beton & Hancur

Meski demikian, ia sangat bersyukur mendapat bantuan tersebut.

"Saya lihat di bajunya tadi Kapolda Riau. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa bertemu dan diberikan bantuan sama Pak Kapolda," ujar Wati.

Usai menerima bantuan itu, ibu yang tinggal seorang diri ini pergi mendayung sepedanya pulang ke rumah kontrakannya di Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru.

Lalu, tukang tambal ban yang ada di lokasi yang sama juga kebagian paket sembako dari polisi.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka melakukan patroli berskala besar dan pembagian bantuan sosial (bansos) kepada pedagang kecil dan warga tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini dilakukan serentak oleh Polda Riau dan semua jajaran Polres dan Polresta di Provinsi Riau. Personel yang dikerahkan 2.302 orang. Terdiri dari 2.277 Polri dan 25 prajurit TNI Korem 031/Wira Bima," kata Agung saat diwawancarai Kompas.com usai kegiatannya.

Dia mengatakan, patroli dilakukan sambil memberikan bantuan kepada pedagang kecil dan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Sedikitnya, ada 2.655 paket bansos yang akan disalurkan.

Untuk di Kota Pekanbaru, sebut Agung, bansos sebanyak 800 paket.

"Bantuan ini sangat diperlukan mereka yang terdampak pandemi Covid-19," tutur Agung yang didampingi sejumlah pebajat utama Polda Riau.

Bantuan tersebut disebar ke sejumlah titik di Pekanbaru. Ada yang di dalam kota hingga ke perbatasan.

Agung melihat masih banyak pedagang kecil yang mengais rezeki hingga malam hari.

"Tentu kita harapkan bisa dikelola dengan baik untuk bisa tetap menjaga protokol kesehatan yanga paling utama. Kemudian, kita juga ini mereka yang rentan ini bisa divaksin. Warga yang kita temukan belum vaksin, kita minta divaksinasi ke Gedung Vaksin Center Polda Riau," kata Agung

Ia mengungkapkan, dengan kondisi pandemi ini harus saling bergandeng tangan, saling mengisi dan saling membantu.

Menurutnya, sekecil apapun bantuan yang diberikan tentu akan bermanfaat bagi yang membutuhkan.

"Bantuan yang kita berikan kepada pedagang kerak telor, pedagang jambu air dan penambal ban, mungkin masih kecil. Tapi, saya yakin ini sesuatu yang bisa dimanfaatkan," pungkas Agung.

Artikel lainnya terkait daerah Riau

(Kompas/ Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved