Breaking News:

Fakta di Balik Pasien Covid19 di Sumut Diikat setelah Diseret & Dipukuli Kayu, Berawal dari Memeluk

Ia dituduh sengaja keluar rumah untuk menularkan virus Covid-19 yang ada dalam tubuhnya.

Editor: Salma Fenty Irlanda
IST
Salamat dituduh sengaja keluar rumah untuk menularkan virus Covid-19 yang ada dalam tubuhnya. 

TRIBUNMATARAM.COM - Insiden memilukan dialami oleh seorang pria bernama Salamat Sianipar.

Baru-baru ini, videonya terbaring di sebuah ranjang rumah sakit dalam kondisi diikat viral.

Rupanya, Salamat adalah seorang pasien Covid-19 di Toba jadi korban penganiayaan.

Dalam kondisi tak berdaya, ia tampak dipukul menggunakan kayu oleh sejumlah warga.

Ia dituduh sengaja keluar rumah untuk menularkan virus Covid-19 yang ada dalam tubuhnya.

Baca juga: Kronologi Pasien Covid Dianiaya Warga di Sumut, Awalnya Depresi & Tak Tahan Disuruh Isoman di Hutan

Baca juga: Sederet Bantuan Pemerintah di Tengah Lonjakan Kasus Covid, Bansos Beras Bulog hingga BST Rp 300 Ribu

Menurut informasi yang diperoleh www.tribun-medan.com, kasus ini bermula saat Salamat Sianipar melakukan pemeriksaan swab antigen pada Rabu (21/7/2021) di klinik yang ada di Kecamatan Laguboti.

Adapun hasil pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Salamat Sianipar terkonfirmasi positif Covid-19.

Salamat Sianipar disarankan menjalankan isolasi mandiri.

Di tengah keterbatasan Salamat Sianipar kemudian isolasi mandiri di satu gubuk tanpa listrik yang ada di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Kemudian, persisnya, Kamis (22/7/2021), keberadaan Salamat Sianipar mendapat penolakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved