Breaking News:

Polisi Sebut Pasien Covid-19 di Sumut Bukan Dianiaya: 'Diamankan Karena Kabur & Berusaha Menularkan'

Polisi mengungkapkan update terbaru kasus dugaan penganiayaan pasien Covid-19 di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Editor: Irsan Yamananda
TribunJakarta/ Istimewa
Ilustrasi - Polisi ungkap fakta mengenai kasus pasien Covid-19 yang diduga dianiaya warga di Toba, Sumatera Utara. 

TRIBUNMATARAM.COM - Beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan dengan beredarnya video seorang pasien Covid-19.

Pasien tersebut diduga diseret, dipukul dan diikat oleh sekelompok orang.

Setelah ditelusuri, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Sontak, video tersebut jadi perbincangan warganet dan viral.

Kini, pihak kepolisian langsung turun tangan.

Mereka meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Baca juga: Kronologi Pasien Covid Dianiaya Warga di Sumut, Awalnya Depresi & Tak Tahan Disuruh Isoman di Hutan

Baca juga: Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diwajibkan Bawa Fotokopi KTP, Satgas: Kerap Ditemui NIK Salah

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan duduk perkara pasien Covid-19 di Kabupaten Toba diduga dianiaya warga.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan duduk perkara pasien Covid-19 di Kabupaten Toba diduga dianiaya warga. (Dok. Polda Sumut)

Hasilnya, pasien Covid-19 tersebut bukan korban penganiayaan.

Dia disebut kabur dari tempat isolasi mandiri yang ada di dalam hutan.

Tak hanya itu, sang pasien disebut berusaha menularkan penyakitnya ke warga lain.

"Dari keterangan yang didapat, korban diamankan warga karena kabur dari lokasi isolasinya di dalam hutan dan berusaha menularkan dengan cara meludahi tangannya dan mencoba untuk menyentuh warga," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar (Kombes) Hadi Wahyudi lewat pesan singkat, Minggu (25/7/2021) seperti dikutip dari  Kompas.com dengan judul "Bukan Dianiaya, Pasien Covid-19 yang Diikat Ternyata Kabur dari Tempat Isolasi".

Baca juga: Adopsi Anak Sebagai Pengganti Putrinya yang Meninggal, Pria di Banyuasin Aniaya Bayi karena Rewel

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved