Breaking News:

Termakan Hoax Pengambilan Organ, Keluarga Pasien Covid19 Sodorkan Gunting ke Nakes saat Urus Jenazah

Hanya karena termakan hoax, seorang keluarga pasien nekat menyodorkan gunting kepada nakes yang mengurus jenazah covid-19.

Editor: Salma Fenty Irlanda
(ISTIMEWA)
Ilustrasi - Hanya karena termakan hoax, seorang keluarga pasien nekat menyodorkan gunting kepada nakes yang mengurus jenazah covid-19. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kekerasan terjadi kepada seorang tenaga kesehatan di RSUD Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Hanya karena termakan hoax, seorang keluarga pasien nekat menyodorkan gunting kepada nakes yang mengurus jenazah covid-19.

Aksi rebutan gunting ini pun menyebabkan tangan nakes terluka.

Di tengah pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (Nakes) seringkali menjadi korban kekerasan dari keluarga pasien Covid-19.

Kali ini kasus kericuhan berujung kekerasan itu terjadi di  di RSUD Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (23/7/2021).

Peristiwa kericuhan itu mengakibatkan dua tenaga kesehatan terluka.

Kericuhan itu berawal saat keluarga pelaku berinisial NH dinyatakan meninggal dunia terpapar Covid-19.

Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari.
Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10-23 April, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun, di mana sebelumnya mencapai 50 orang yang meninggal per hari kini 40-30 orang per hari. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA via Kompas.com)

"Kemudian ketika hendak dilakukan pemulasaran jenazah datang pelaku berinisial NAS yang minta difotokan kondisi jenazah. Sebab, secara prosedur tidak dibolehkan ikut menyaksikan, sontak NAS ini emosi dan memegang gunting," Kapolsek Ambarawa AKP Komang Karisma dikutip dari Tribunjateng.com di Polsek Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Pemerintah Tambah Utang Negara Saat Pandemi Covid-19, Sri Mulyani: Demi Selamatkan Warga dan Ekonomi

Baca juga: Kronologi Pasien Covid Dianiaya Warga di Sumut, Awalnya Depresi & Tak Tahan Disuruh Isoman di Hutan

Berdasarkan keterangan saksi, AKP Komang mengungkapkan tak ada niatan pelaku melukai tenaga kesehatan.

Hanya saja, karena emosi sesaat ditambah antisipasi petugas keamanan rumah sakit terjadi keributan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved