Breaking News:

Pedagang di Sulsel Ngamuk Saat Dirazia: Kami Tahu Jam Malam Sampai 20.00, Tapi Kami Baru Buka 18.00

Pedagang makanan di Sulawesi Selatan ngamuk saat dirazia jam malam, mengaku tak dapat pembeli jika tutup lebih awal.

Editor: Irsan Yamananda
Tribun Manado/Handhika Dawangi
Ilustrasi - Pedagang di Sulawesi Selatan mengamuk karena jam buka dibatasi karena PPKM. 

TRIBUNMATARAM.COM - Beberapa pedagang makanan dan minuman ringan mengamuk.

Hal itu terjadi saat petugas melakukan razia jam malam.

Mereka tak terima warungnya ditutup oleh para petugas tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Pare Beach, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Para pedagang itu mengaku tahu adanya pemberlakuan jam malam hingga pukul 20.00.

Namun, jika harus tutup, mereka tidak akan mendapatkan pembeli.

Baca juga: Perhatikan Beda Syarat Dapat Bantuan Subsidi Upah bagi Karyawan PPKM Daerah Level 3 & 4

Baca juga: Klarifikasi Dinar Candy Soal Alasan Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Bukan Protes PPKM Diperpanjang

Pedagang Makanan di Pare Beach, Kota Parepare, Sulawsi Selatan Mengamuk Saat Dirazia Jam Malam.
Pedagang Makanan di Pare Beach, Kota Parepare, Sulawsi Selatan Mengamuk Saat Dirazia Jam Malam. (Kompas/ SUDDIN SYAMSUDDIN)

Pasalnya, mereka baru membuka warung pada pukul 18.00.

Itu berarti, mereka hanya berdagang selama 2 jam.

“Kami tahu surat edaran adanya pemberlakukan jam malam hingga pukul 20.00.

Tapi kalau kami tutup hingga pukul 20.00, kami tidak dapat pembeli.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved