Pendamping PKH Malang Tilap Dana Bansos Covid-19 untuk Bermewahan Sejak 2016, Alasan : Gaji Kecil

Wanita bernama Penny Tri Herdian (28) juga membeli barang-barang mewah lainnya dari hasil kejahatannya tersebut.

Surya/ Erwin Wicaksono
Penny Tri Herdian (28), wanita yang bekerja jadi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga menipu warga kurang mampu yang harusnya dapat bantuan sosial tunai senilai Rp 300 ribu di Kabupaten Malang. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kejahatan Penny Tri Herdian (28), seorang pekerja Program Keluarga Harapan (PKH) akhirnya terkuak.

Ia ditangkap setelah terbukti menilap uang bansos Covid-19 senilai Rp 450 juta.

Penny memakai barang-barang itu untuk menjalani kehidupan mewah.

Dengan alasan butuh uang untuk pengobatan sang ayah, oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Malang, Jawa Timur menilap uang program bansos covid-19 senilai Rp 450 juta.

Namun pada kenyataannya, wanita bernama Penny Tri Herdian (28) juga membeli barang-barang mewah lainnya dari hasil kejahatannya tersebut.

Mendapat kabar adanya aksi korupsi dana warga terdampak Covid-19 tersebut, polisi pun langsung bertindak.

Baca juga: Ada 2 Cara Unduh Sertifikat Vaksin Covid-19 di pedulilindungi.id, Bisa Juga Via SMS di 1199

Baca juga: Jokowi Sampaikan Kabar Buruk, Covid-19 di Luar Jawa Alami Lonjakan, Kaltim, Papua, hingga NTT

Aparat Polres Malang membekuk Penny yang diduga melakukan korupsi bantuan sosial tunai di Desa Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang.

Ilustrasi bansos - Ketua RT 6 Pademangan Barat, Sukirno (kiri) memberikan langsung paket bantuan sosial (bansos) kepada warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (15/4/2020). Bantuan sosial yang berisi sembako dan sejumlah kebutuhan lainnya diterima warga miskin yang terdampak wabah virus corona (Covid-19). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Kamis (9/4/2020) mulai menyalurkan bantuan sosial kepada 1,2 juta warga yang tercatat sebagai keluarga miskin dan rentan miskin yang bermukim di Jakarta.
Ilustrasi bansos - Ketua RT 6 Pademangan Barat, Sukirno (kiri) memberikan langsung paket bantuan sosial (bansos) kepada warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (15/4/2020). Bantuan sosial yang berisi sembako dan sejumlah kebutuhan lainnya diterima warga miskin yang terdampak wabah virus corona (Covid-19). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Kamis (9/4/2020) mulai menyalurkan bantuan sosial kepada 1,2 juta warga yang tercatat sebagai keluarga miskin dan rentan miskin yang bermukim di Jakarta. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono, menjelaskan pihaknya butuh waktu dua bulan dalam mengungkap kasus ini.

"Satuan Reskrim Polres Malang, telah melakukan penyelidikan dan penyidikan selama kurang lebih 2 bulan.

Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang," ujar Bagoes saat gelar rilis di Polres Malang pada Minggu (8/8/2021).

Bagoes menyebutkan, tersangka diduga menyalahgunakan dana bantuan milik 37 KPM tersebut untuk kepentingan pribadi seperti pengobatan orangtuanya yang sakit.

Selain itu ia juga membeli barang peralatan elektronik seperti Kulkas, Tv, Laptop, Keyboard, Kompor, AC, 1 (satu) unit Yamaha NMAX.

Sisanya untuk kepentingan sehari-hari.

Tersangka diketahui berhasrat melancarkan aksi korupsi sejak tanggal 12 September 2016 sampai 10 Mei 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved